Adiknya Sakit Leukemia, Siswa ini Banting Tulang Bekerja Bangunan Demi Menyisihkan Uang Adiknya

51
Internet

Erabaru.net. Saat belajar menjadi dokter untuk menyelamatkan saudara laki-lakinya yang berusia tiga tahun, dia bekerja sebagai pekerja konstruksi guna membantu orang tuanya mengumpulkan uang untuk operasi adik laki-lakinya tersebut.

Seorang siswa dari sebuah desa miskin di Provinsi Hubei, Tiongkok terlihat bekerja sebagai pekerja konstruksi, usianya masih muda 19.

Internet

Remaja tersebut tampaknya bekerja keras untuk dapat menghemat uang untuk membantu adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun yang menderita kanker.

Murid yang bermarga Ma ini, ingin membantu orang tuanya, keduanya bekerja keras untuk mendapatkan uang untuk operasi sumsum tulang anak mereka yang paling kecil.

Internet

Anak kecil itu menderita leukemia dan perlu mendapat pengobatan medis segera.

Selain bekerja sebagai pekerja bangunan, remaja juga bertekad belajar menjadi dokter untuk menyelamatkan nyawa saudaranya.

Internet

“Saya harus masuk sekolah kedokteran, ini salah satu cara supaya saya memiliki kesempatan untuk menyembuhkan adik laki-laki saya,” kata Ma.

Dengan adiknya untuk mendorong motivasinya, Ma berhasil mendapatkan indek prestasi 456 pada ujian terakhirnya.

Sementara Ma dan orang tuanya bekerja untuk anak laki-laki kecil itu, nenek Ma tinggal di rumah dan merawat anak yang sakit itu.

Internet

Dia hanya menghasilkan 100 Yuan atau tak sampai Rp. 200 ribu per hari bekerja sebagai pekerja konstruksi dan dia menghemat uangnya untuk saudaranya yang sakit.

Hanya dalam waktu 24 jam setelah ceritanya beredar di media sosial.

Dengan bantuan netizen yang baik hati, dia berhasil menerima 600.000 Yuan atau Rp. 1 Milyar lebih untuk biaya pengobatan saudaranya.