Erabaru.net. Seorang hartawan berburu di Afrika, setelah menanti tiga hari tiga malam, akhirnya seekor serigala menjadi mangsanya.

Ketika pemandu akan menguliti kulit serigala, sang hartawan mencegahnya dan bertanya, “Apakah menurutmu serigala ini masih bisa hidup?”

Pemandu mengangguk. Hartawan itu kemudian mengambil perangkat komunikasi portabelnya dan menyuruh helikopter yang diparkir di kamp segera lepas landas, dia ingin menyelamatkan serigala itu.

ILUSTRASI. (steiner-optics.com)

Helikopter itu terbang membawa serigala yang terluka menuju ke sebuah rumah sakit yang berjarak 500 km jauhnya.

Sementara itu, si hartawan duduk termenung di padang di rumput. Ini bukan pertama kalinya dia berburu di sini, dan belum pernah dia merasakan sentuhan yang begitu dalam seperti sekarang.

Di masa lalu, dia pernah menangkap buruan seperti zebra, kijang, dan bahkan singa, yang sebagian besar dijadikan sebagai santapan lezat di kamp, namun, entah mengapa ia ingin menyelamatkan serigala yang ditangkapnya kali ini.

ILUSTRASI. (jonvilma.com)

Saat berburu, serigala itu terdesak ke jalan bercabang, sementara di depannya tampak pemandu yang membawa senjata, serigala itu pun terjepit di tengah-tengah.

Dalam kondisi seperti itu, serigala bisa saja memilih jalan yang bercabang itu untuk meloloskan diri, tapi ia tidak melakukannya.

Saat itu si hartawan tidak habis pikir, mengapa serigala itu tidak memilih jalan bercabang, tapi justeru menerjang ke arah pemandu yang membawa senjata, apakah bermaksud kabur dengan menerobos jalan si pemandu?

Apakah jalan bercabang itu jauh lebih berbahaya daripada moncong senjata si pemandu?

Serigala itu pun ditangkap saat mencoba menerobos jalan, dan pinggulnya tertembak.

Melihat hartawan yang kebingungan, pemandunya berkata, “Serigala Etosha adalah hewan yang sangat cerdik, mereka tahu bahwa selama mereka berhasil, ada harapan untuk hidup, sebaliknya pasti mati jika memilih jalan bercabang, karena jalan yang tampaknya rata itu pasti ada jebakan, ini adalah pemahaman yang mereka ketahui selama berhadapan dengan pemburu.”

Hartawan itu terperanjat mendengar penjelasan pemandu. Konon katanya, serigala yang terluka itu akhirnya berhasil diselamatkan, dan sekarang tinggal di Taman Safari Etosha di Namibia, Afrika.

Semua biaya hidup disediakan oleh si hartawan sebagai bentuk ucapan terima kasihnya pada sang serigala atas prinsip kebenaran itu kepadanya.

Di dalam masyarakat yang penuh dengan persaingan ketat ini, perangkap sesungguhnya bisa menyamar sebagai sebuah kesempatan, dan kesempatan yang sebenarnya juga akan menyamar sebagai perangkap. (jhn/rp)

rssu.cn

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular