Lou, telah menjadi ikon di desanya dan orang mengatakan bahwa ia telah membuat pemerintah dan lembaga resmi lainnya dipermalukan

Anak laki-laki kecil yang ditemukan terlantar oleh Lou kini dirawat oleh anak-anak tertuanya. Keluarga ini punya uang sedkit tapi masih bisa menyelamatkan lusinan anak

Lou mencari nafkah dengan mengumpulkan dan mendaur ulang sampah, katanya ia takkan pernah meninggalkan anak-anak hingga terlantar, setelah mengambil mereka

Pembunuhan terhadap bayi ‘anak-anak yang tidak diinginkan’ masih menjadi masalah di daerah pedesaan, tapi masih jarang terjadi di daerah perkotaan, tempat anak-anak biasanya ditelantarkan tapi tidak dibunuh.

Takdir buruk para bayi ini membuat penduduk Tiongkok ketakutan. Contoh ini terlihat ketika seorang pejalan kaki sedang membuang sampah dalam tempat sampah dan melihat sesuatu yang ia duga adalah bayi mati dalam plastik.

Warga inipun melaporkan kepada polisi bahwa anak itu berwarna ungu dan tidak bergerak sampai ia memeriksa tas itu lebih dekat.

Seorang warga yang menyaksikan bayi perempuan itu telah dibawa ke rumah sakit berkata: “Dia masih bernapas dan berdegup kencang. Darah dari luka itu menodai seluruh tubuhnya.”

Dokter mengatakan bahwa jika bayi itu tertinggal di tas beberapa menit lagi, dia pasti meninggal karena mati lemas dan mulai kekurangan oksigen yang membuat warna kulitnya menjadi ungu.

Mereka mengatakan bahwa bayi tersebut lahir prematur dan berusia antara 32 dan 34 minggu serta beratnya hanya 1,4 kg.

Bayi prematur yang ditemukan di tempat sampah, dengan plasenta dan tali pusar yang masih menempel, di kota Anshan, daerah timur laut China

Seorang petugas medis mengatakan bahwa jika lukanya lebih dalam satu milimeter saja, maka bayi itu pasti sudah meninggal dunia.(iin/yant)

Sumber: dailymail.co.uk

Share

Video Popular