Tiongkok Memperingatkan Wanita, “Jangan Hubungi Trump!” Jadi Dia Menulis Sebuah Surat Terbuka yang Mengungkap Hal yang Luar Biasa!

42
©Facebook | Benny Zhang Studio

Erabaru.net. Wanita ini dipaksa berjongkok berjam-jam di bawah terik matahari, berulang kali mengalami penganiayaan dengan sengatan listrik, dipukuli secara fisik, dan dicambuk dengan kejam.

Dia secara rutin dipaksa untuk merajut pakaian yang tak terhitung jumlahnya – meskipun tangannya berdarah – untuk memenuhi kuota harian “kerja paksa” di penjara Tiongkok tempat dia pernah dipenjara secara ilegal.

Jika anda menganggap wanita ini sebagai penjahat kelompok garis keras, anda akan sangat keliru.

Baru-baru ini, dia menulis sebuah surat terbuka kepada Presiden Trump, sebelum kunjungan ke Tiongkok-nya yang sangat ditunggu-tunggu untuk menyampaikan pesan yang kuat.


© Facebook | Studio Benny Zhang

Bertemu Jennifer Zeng, yang memiliki latar belakang yang unik, mantan anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT), seorang penulis dengan gelar master geokimia, tokoh terkemuka untuk dokumenter pemenang penghargaan, jurnalis, dan aktivis Hak Asasi Manusia.

Yang terpenting, Zeng adalah seorang wanita yang telah mengalami penyiksaan yang tak terbayangkan di tangan pemerintahnya sendiri, hanya karena keyakinan spiritualnya terhadap Falun Gong – sebuah sistem meditasi perbaikan diri yang dipraktikkan oleh lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia, namun dianiaya di Tiongkok hari ini.


© Facebook | Studio Benny Zhang

Baru-baru ini, Zeng mengetahui bahwa ibunya yang berusia 75 tahun, seorang pensiunan hakim yang tinggal di Tiongkok, telah mengalami pelecehan secara terus-menerus oleh pejabat PKT, yang dilakukannya dalam usaha untuk mencegah Zeng melakukan kontak dengan Presiden Trump.

“Pihak berwenang Tiongkok secara teratur mengunjungi ibu saya, terus meminta dia untuk menekan saya agar kembali ke Tiongkok, atau untuk menemui mereka di negara ketiga, dan bekerja untuk mereka sebagai mata-mata,” katanya kepada NTD.TV.

“Tapi ‘kunjungan’ mereka sebelum Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-19 tampak ‘istimewa’.”

Zeng mengatakan bahwa pejabat PKT telah menyampaikan pesan yang mengancamnya melalui ibunya, “Jangan bersentuhan dengan Presiden Donald J. Trump, jangan melakukan apapun yang akan merugikan partai dan tanah air.”


Jennifer Zeng (L) bersama ibunya (R) (© Facebook | Jennifer Zeng)

“Biasanya saya yang menghubungi ibu saya secara teratur. Dia jarang menghubungi saya kecuali pada kesempatan yang sangat langka. Jadi saya cukup khawatir untuk menerima pesan teks-nya secara langsung. Ponselnya selalu disadap dan tekanan mental selalu ada,” kata Zeng, salah seorang dari dua tokoh utama dalam dokumenter pemenang penghargaan Free China: The Courage to Believe, dan penulis Witnessing History: one woman’s fight for freedom and Falun Gong.


© Facebook | Jennifer Zeng

Zeng adalah salah seorang di antara orang-orang yang paling terkenal yang selamat dari sistem kamp kerja paksa yang terkenal paling kejam di Tiongkok.