Erabaru.net. Suatu hari seorang anak laki-laki dan ibunya pergi berbelanja ke pasar.

Setelah berbelanja mereka mampir ke toko, dimana si ibu masuk ke dalam untuk berbelanja sesuatu, dan anak laki-lakinya berdiri di dekat meja penjaga toko.

Penjaga toko memiliki setoples permen yang diletakkan di mejanya.

Saat melihat anak laki-laki kecil itu, pemilik toko mengambil gelas permen tersebut dan menawarkan kepada si anak laki-laki untuk mengambil permen dari gelas itu sendiri dan berkata, “Anak manis, silahkan ambil beberapa permen!”

Tapi anak itu hanya berdiri diam dan tidak mengambil satupun permen.

ILUSTRASI. (Internet)

Penjaga toko kaget melihat anak kecil itu tidak mengambil permen. Dia kembali menawarkan untuk mengambil permen dari gelas, tapi anak laki-laki itu, lagi-lagi tidak mengambil permen dari gelas tersebut.

Saat ibunya datang ke meja penjaga toko, dia melihat hal ini dan berkata pada anak laki-lakinya, “Sayang .. .kamu boleh makan permen.”

Bahkan saat itupun, si anak laki-laki tetap tidak mengambil permen dari gelasnya.

Melihat anak laki-laki itu tidak mengambil permen apa pun, penjaga toko mengambil permen dari gelas itu dan memberikannya pada anak itu.

Kali ini anak tersebut tidak menolak dan menerima permen yang diberikan oleh pemilik toko.

Sang ibu melihat anak itu senang membawa permen yang penuh di dua tangannya.

ILUSTRASI. (pelangilollicandy.com)

Ibu ini cukup terkejut melihat anaknya tidak mau mengambil permen sendiri dari gelas, tapi kemudian menerima permen saat penjaga toko mengambilkan untuknya.

Jadi, saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah … si ibu menanyai anaknya.

“Mengapa kamu tidak mengambil permen saat pemilik toko memintamu untuk mengambilnya?”

ILUSTRASI. (Internet)

Anak laki-laki itu dengan polos menjawab, “Ibu, tanganku sangat kecil dan bahkan jika benar-benar mengambil permen, aku hanya bisa mengambil beberapa, tapi saat paman mengambilkan dengan tangannya yang besar .. lihat berapa banyak permen yang aku dapatkan!!”

Moral: Ketika kita meminta dari Tuhan kita mungkin meminta sedikit tapi ketika Tuhan memberi, Dia memberi kita lebih banyak daripada yang kita harapkan dan jauh lebih banyak daripada yang dapat kita pikirkan untuk diri kita sendiri. (asmanih/rp)

Share

Video Popular