Seperti yang mungkin dirasakan semua anak muda yang diundang minum bersama ayah mereka, saya juga sebenarnya tak terlalu ingin melakukannya. Tapi di saat yang sama, saat itu saya juga tertarik untuk mengetahui seperti apa kehidupan di malam hari itu. Saya kan baru saja mulai merasakannya.

Jadi kamipun keluar bersama, hanya saya dan ayah. Begitu kami sampai di kota, ayah mengatakan begini:

Ilustrasi. (Internet)

“Baiklah! Minumlah semua yang kau mau, Reiko. Minum sampai kamu tidak bisa minum lagi. Jangan khawatir, Ayah akan memastikan kita sampai di rumah. Kau boleh merasa sebebas mungkin.”

Rasanya benar-benar aneh diberi tahu ayah untuk “meminum apa pun yang diinginkan.” Tidakkah ibu marah pada saya jika saya pulang dalam keadan mabuk? Tapi, saya tidak terlalu mengkhawatirkannya.

Saya sudah sampai sejauh ini, dan ayah mengatakan bahwa dia akan memperlakukan saya sesuai yang saya inginkan, jadi saya memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini sepenuhnya.

Tempat pertama yang kami kunjungi: restoran daging panggang. Pemilik restoran mengira saya adalah pacar baru ayah. Dengan senang hati, ayah membiarkan dugaan itu.

Tempat kedua: kelab malam. Saya minum, dan orang-orang yang ada di sana menyangka telah melihat tipu muslihat ayah yang berpura-pura menjadi pacar saya.

Tapi itu justru membuat ayah semakin bahagia. Dia bercanda menyalahkan mereka untuk memperhatikan mata saya, yang menurutnya tampak seperti miliknya.

Tempat ketiga: sushi bar. Kokinya baik dan tampak sedikit cemburu dalam nada suaranya saat berbicara dengan ayah. Ia bilang bahwa untuk orangtua, bergaul dengan anak mereka seperti yang dia lakukan bersama saya adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

Ayah saya sangat senang dan mendorong saya untuk terus makan dan minum, karena ini adalah kesempatan langka bagi kami berdua untuk keluar.

Share
Kategori: KELUARGA PARENTING

Video Popular