Erabaru.net. Alkisah pada zaman dahulu kala, ada orang terkaya di Babel kuno bernama “Arkad.” Banyak yang iri dengan kekayaannya.

Jadi, mereka pun meminta petunjuknya cara menjadi kaya.

Akard mengatakan, caranya sangat sederhana, cukup jalani beberapa prinsip saja!

Prinsip itu adalah, “Sisihkan sebagian dari seluruh penghasilanmu.”

Arkad awalnya bekerja sebagai pengukir, suatu hari seorang pria kaya bernama Algamish memesan pada Arkad sekeping lempengan batu ukir.

“Saya bersedia mengukirnya sepanjang malam dan Anda bisa mengambilnya besok pagi, tapi Anda harus memberi tahu saya cara mengelola uang,” kata Arkad.

“Baik, aku akan kembali besok, bila kau bisa selesaikan tugasmu, aku akan beri tahu kepadamu rahasia menjadi kaya,” jawab Algamish.

Sepanjang malam Arkad bekerja keras mengukir batu menyelesaikan pesanan Algamish, kantuk dan lelah diabaikannya, sampai menjelang pagi selesailah ukiran tersebut.

Setelah Algamish datang berkatalah Arkad, “Algamish, aku telah penuhi janjiku, sekarang ceritakan rahasiamu menjadi kaya.”

Baiklah, sekarang dengarkan baik-baik.

ILUSTRASI. (Internet)

“Setiap bulan sisihkan pendapatanmu meski hanya sepersepuluh, seiring waktu jumlah itu akan membesar, dan membuatmu mendapatkan uang tanpa perlu bekerja. Kekayaan itu seperti pohon, yang tumbuh dari benih yang kecil. Keping tembaga pertama yang kau tanam, merupakan benih dimana pohon kekayaanmu akan tumbuh. Semakin cepat kau tanam pohon itu, semakin cepat pula pohon itu tumbuh. Dan jangan lupa sirami dan pupuk pohon itu secara bijaksana, maka ia akan semakin rindang dan menaungi kehidupanmu.”

Lalu bagaimana menggunakan uang yang disisihkan itu ?

Satu tahun kemudian, ketika Algamish datang lagi, dia bertanya apakah Arkad menjalankan petunjuknya, Arkad pun menjawab dengan bangga, bahwa dia melaksanakan cara seperti yang Algamish.

Algamish bertanya, “Bagaimana kamu menggunakan uang yang disisihkan itu ?”

“Saya memberikannya kepada Aruma, seorang pembuat batu bata, karena dia akan melakukan perjalanan jauh untuk membeli permata langka. Ketika dia kembali, kami menjual perhiasan-perhiasan itu dengan harga sangat tinggi, kemudian membagi uang itu secara merata,” kata Arkad.

Jangan berbisnis dengan orang awam (bukan ahlinya)!

Mendengar itu, Algamish menegur Arkad, “Hanya orang bodoh yang akan melakukan hal seperti itu, mengapa harus mempercayai kata-kata tukang batu untuk membeli perhiasan? Simpananmu sudah lenyap!

Anak muda, kamu telah menghancurkan pohon kekayaanmu, lain kali kalau mau membeli perhiasan, sebaiknya konsultasikan dengan penjual perhiasan, atau kalau mau membeli wol, konsultasi dengan penjual wol (orang yang ahli dalam bidangnya), jangan berbisnis dengan orang awam yang bukan ahli dalam bidangnya!”

Seperti yang dikatakan Algamish, Aruma si pembuat batu bata itu tertipu oleh kaum nefilim, karena perhiasan yang dibelinya itu adalah kaca yang tak berharga, hanya sesuatu yang terlihat seperti perhiasan.

Lalu, Arkad kembali menyisihkan sepersepuluh uangnya, dan ketika Algamish kembali lagi pada tahun kedua, dia kembali menanyakan tentang simpanan uang Arkad?

“Saya meminjamkan uang ke tukang pandai besi.”

“Saya meminjamkan uang yang disisihkan itu ke tukang pandai besi untuk membeli bahan baku perunggu dan dia membayar bunga setiap empat bulan,” kata Arkad.

ILUSTRASI. (fineartamerica.com)

Bagus sekali, lalu bagaimana kamu menggunakan bunga uang itu?” tanya Algamish.

“Saya menggunakan uang sewa yang saya dapatkan untuk menikmati makanan enak, dan membeli pakaian yang bagus, saya juga berencana membeli keledai untuk dikendarai,” jawab Arkad.

Algamish pun tertawa dan berkata, “Kamu menghabiskan bunga uang dari simpananmu, lalu bagaimana kamu mengharapkan mereka dan anak-anak mereka bekerja dan menghasilkan lebih banyak uang untukmu? Kamu baru bisa menikmati tanpa khawatir saat kamu telah menghasilkan cukup banyak kekayaan. ”

Kamu telah belajar bagaimana mendapatkan kekayaan, menyimpan dan menggunakan kekayaan.

Dua tahun kemudian, Algamish kembali bertanya pada Arkad, “Apakah kamu telah mencapai impian akan kekayaan?”

Akard berkata, “Belum, tapi saya telah menabung sejumlah uang, lalu mengumpulkan uang lagi dengan uang.”

Algamish bertanya lagi,”Apa kamu masih meminta petunjuk dari tukang batu bata?”

“Saya minta petunjuk terkait pekerjaan pembuatan batu bata, dengan begitu saya bisa mendapatkan nasehat yang baik,” jawab Arkad.

Algamish berkata, “Kamu telah belajar rahasia menjadi kaya, pertama kamu telah belajar untuk menabung uang yang diperoleh, kedua kamu telah belajar untuk meminta petunjuk dari orang yang ahli dalam bidangnya, dan terakhir kamu telah belajar bagaimana mencari uang dengan uang, menggunakan uang untuk mendapatkan uang lagi, dan kamu telah belajar bagaimana mendapatkan kekayaan, menyimpan dan menggunakan kekayaan itu. ”

Kisah ini merupakan rahasia sukses orang Babel delapan ribu tahun yang lalu. meski terkadang kita bisa menghasilkan banyak uang, tapi kita tidak bisa menyimpannya, mengapa?

Karena kita tidak mengerti bagaimana memanfaatkannya dan bertemu/berbisnis dengan orang yang salah, sehingga kekayaan yang semula menjadi milik kita itu pun lenyap.

Tidak peduli semiskin apapun, tetap sisihkan sepersepuluh, uang untuk usaha/bisnis, jangan minta tolong orang awam.

Saat uang mulai bergulir, ingatlah untuk membeli tempat berlindung agar generasimu bebas dari kekhawatiran. (jhn/rp)

cmoney.tw

Share

Video Popular