Erabaru.net. Wanita itu rupanya bekerja di lokasi konstruksi, dan merasa malu untuk duduk di samping orang-orang berpakaian rapi karena dia bisa membuat mereka kotor.

Tapi sopir bus itu menceritakan sesuatu yang menyentuh hatinya dan merubah pikirannya.

Industri dan pekerjaan yang didominasi laki-laki sangat rentan terhadap stereotip maskulin yang membuatnya semakin sulit bagi perempuan untuk berprestasi.

Perempuan secara global terus menjadi sangat terwakili dalam pekerjaan  pelayanan, dan profesional.

Sayangnya bagi beberapa wanita, kemiskinan memaksa mereka untuk bekerja kasar agar dapat memenuhi kebutuhan.

Wang Zhenzhen berusia 58 tahun bekerja di sebuah lokasi konstruksi sebagai buruh yang melakukan tugas pria bersama suaminya.

Karena kerja keras, dia sering mendapatkan pakaiannya kotor dan harus mandi setelah sampai di rumah.

Dia biasanya akan naik bis rute 2 Haining pulang ke rumah, dan memilih berdiri daripada duduk walaupun ada kursi kosong.

Internet

Seorang penumpang melihatnya dan bertanya kepadanya, “Duduklah, ini ada tempat duduk kosong.”

Lalu dia jawab, “pakaian saya terlalu kotor dan mungkin akan mengotori tempat duduk yang bersih di bus ini dan mengganggu penumpang lainnya.”

Kata-kata ini menyentuh hati penumpang dan dia memutuskan untuk memasangnya di media sosial.

Banyak netizen memuji dia, “Wanita ini bekerja di lokasi konstruksi tapi integritasnya jauh melampaui orang berpendidikan.”

Komentar lain berkata, “Baju Anda mungkin kotor tapi Anda memiliki hati nurani yang jernih.”

Pekerja menyeimbangkan diri pada perancah di lokasi konstruksi di Bangkok, Thailand Rabu, 20 Juni 2012. (AP Photo / Apichart Weerawong)

Seorang reporter bahkan pergi ke lokasi konstruksi untuk mewawancarainya.

“Tugas saya adalah merakit perancah di lokasi konstruksi. Suami dan anak saya juga bekerja di sini ”

“Ini adalah kerja keras walaupun untuk pria, bisakah Anda memindahkannya?” Tanya si reporter.

“Tidak masalah. Dulu saya bekerja keras di peternakan. Saya buta huruf sehingga semua yang bisa saya lakukan adalah pekerjaan kasar semacam ini,” kata Madam Wang.

Internet

Rupanya, dia memiliki dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Putra dan putrinya yang lebih besar sudah menikah dan putra bungsunya yang tinggal bersamanya berencana untuk segera menikah.

Dia berkata, “Rumah tua kami adalah rumah kayu dan sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu. Sudah sangat bocor selama hari-hari hujan sehingga kami perlu memperbaiki rumah kami dan pada saat bersamaan menghemat sejumlah uang untuk pernikahannya.”

Menurut Wang, dia akan duduk di kursi kosong saat bajunya bersih, agar tidak merepotkan penumpang lainnya.

Internet

“Biasanya, saya akan mandi di tempat kerja dan mengantikan baju yang bersih. Baru setelah itu aku akan duduk di kursi bus. Sekarang, saya kotor dan saya tidak punya pakaian bersih untuk diganti jadi saya hanya akan berdiri, “tambahnya.

Tiba-tiba, suaranya berubah menjadi bahagia, “Kemarin pengemudi yang melihat saya berdiri menyuruh saya untuk memilih tempat duduk dan duduk. Dia mengatakan bahwa jika saya membuat tempat duduk kotor, dia akan membersihkannya nanti. Saya tersentuh jadi saya memilih tempat duduk dan duduk sepanjang perjalanan pulang kemarin. ”

Hatinya menjadi hangat dengan beberapa kata sederhana yang menyentuh hatinya sehingga dia menganggap sebagai perjalanan bus terbaik dalam hidupnya.

Ini hanya menunjukkan bahwa orang lain tidak peduli dengan penampilannya, tapi lebih khawatir dia berdiri selama seluruh perjalanan. (hui/rp)

Share

Video Popular