Erabaru.net. Seorang anak uring-uringan kepada ibunya. Dia malu. Malu punya ibu yang hanya punya ….. satu mata!

“Aku membencinya … dia sangat memalukan…  di sekolah … aku sangat malu!” katanya.

Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku? Aku mengabaikannya, melemparkan tatapan penuh kebencian dan berlari keluar.

Keesokan harinya di sekolah, teman sekelas saya berkata, “Eeeee, ibumu hanya memiliki satu mata!”

ILUSTRASI. (Internet)

Aku ingin mengubur diriku sendiri. Aku juga ingin mengatakan padanya, “Jika Anda hanya akan membuat saya tertawa, mengapa Anda tidak mati saja?”

Ibuku tidak menanggapi … Aku bahkan tidak mengatakannya padamu.

Aku ingin keluar dari rumah. Jadi saya belajar sangat keras, agar mendapat kesempatan untuk pergi ke luar negeri untuk belajar.

Lalu aku menikah. Aku membeli rumah sendiri. Aku punya anak sendiri.

Aku senang dengan hidup bersama anak-anakku. Suatu hari, ibuku datang mengunjungiku.

Dia tidak pernah bertemu aku selama bertahun-tahun dan dia bahkan tidak bertemu dengan cucu-cucunya.

Ketika dia berdiri di dekat pintu, anak-anak saya menertawakannya, dan saya berteriak kepadanya karena telah datang tanpa diundang.

Aku berteriak padanya, “Bagaimana Anda datang ke rumah saya dan menakut-nakuti anak-anak saya!”

Dan untuk ini, ibuku dengan tenang menjawab, “Oh, saya sangat menyesal. Saya mendapat alamat yang salah.” Lalu dia menghilang dari pandangan.

Suatu hari, sepucuk surat datang padaku. Jadi aku berbohong kepada istriku bahwa aku  sedang dalam perjalanan bisnis. Setelah reuni, aku baru saja keluar dari rasa ingin tahu.

ILUSTRASI. (Internet)

Tetanggaku mengatakan bahwa dia meninggal. Aku tidak meneteskan satu air mata pun.  Mereka memberiku sepucuk surat. Surat dari ibuku.

Aku sebenarnya enggan membacanya, namun ada rasa penasaran. Lalu surat itu kubuka.

_________________

“Anakku tersayang,

aku selalu memikirkanmu. Aku minta maaf.

Aku sangat senang. Tapi aku mungkin tidak bisa bangun dari tempat tidur. Maafkan aku, saat itulah kau tumbuh dewasa.

Aku lihat …. ketika kamu kecil, kamu mengalami kecelakaan, dan kehilangan matamu.  Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihat kamu menderita. Jadi aku memberimu milikku….satu mataku…!

Aku sangat bangga dengan kamu yang melihat dunia baru dengan mata itu.

Dengan segenap cintaku padamu…

“Ibumu”

________________

Surat itu basah oleh air mataku yang tak kusangka dengan pengorbanan ibu.

Ibu yang kuia-siakan hanya gegara satu matanya. Satu mata yang hilang, karena diberikan untuknya. Aku sangat menyesal. (rp)

Share

Video Popular