Erabaru.net. Sebelum kami menikah, suamiku selalu mengatakan bahwa ibunya agak penuntut. Dia berharap saya mengetahui masalah sensitif ini, karena setelah menikah, kami akan tinggal bersama orangtuanya.

Bahwa jika aku mengatakan sesuatu, meskipun itu benar, dan bahkan mertua yang salah, jangan banyak menanggapi, itu hanya akan menyebabkan lebih banyak ketegangan.

Saat itu aku berpikir, mudah saja, setelah menikah saya akan baik dengan ibu mertua, maka pasti tidak akan ada masalah.

Namun setelah memiliki anak, tentu saja akan banyak menghabiskan banyak waktu dan tenaga, serta banyak hal baru dalam keluarga yang juga perlu diperhatikan.

Misalnya, setelah melahirkan, saya juga harus merawat anak selain melakukan pekerjaan rumah tangga, karena keadaan ekonomi keluarga tidak memungkinkan kami untuk menyewa seorang pengasuh.

Dan tidak memungkinkan untuk meminta bantuan ibu kandungku, karena adikku masih bersekolah, ayahku juga seorang bekerja, segala urusan rumah adalah ibu yang mengurus, pasti ibu tidak bisa keluar rumah.

Mungkin nenek yang bisa membantu, aku bisa mengirim anak saya ke rumah nenek, tapi rumah nenek terlalu jauh.

Sebenarnya, aku ingin meminta bantuan pada ibu mertua, tapi dia langsung menolak . “Jangan pikir saya akan merawatnya, saya memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, saya sangat sibuk,” kata ibu mertua

Sebenarnya ibu mertuaku tidak terlalu sibuk, tapi dia tidak mau, jadi aku tidak bisa memaksanya.

Aku berbicara dengan suamiku bahw aku akan berhenti bekerja dan merawat anak sampai dia berusia dua atau tiga tahun, menunggu sampai anak ini bisa dititipkan ke tempat penitipan dan kemudian aku kembali bekerja, karena aku punya keahlian sebagai akuntan, jadi aku tidak akan bekerja terlalu berat.

Bayiku baru berumur kurang dari empat bulan, ibu mertua semakin jarang membantu mengurus cucunya, dan dia makin acuh tak acuh.

Share

Video Popular