Erabaru.net. Saat cuaca dingin rentan menyebabkan anak-anak terserang flu. Beberapa waktu lalu, ada sebuah berita yang menyebutkan bahwa seorang gadis berusia 8 tahun terserang flu, ibunya yang tidak ingin anaknya izin tidak masuk sekolah kemudian mencari dua jenis obat flu di rumah.

Setelah minum obat, anaknya lalu berangkat sekolah, namun, tak disangka ia muntah-muntah di sekolah, hingga akhirnya, sakitnya semakin parah dan nyawanya pun tak tertolong.

Ibu si bocah pun tak kuasa menahan tangis pilunya, dia tak habis mengerti mengapa flu ringan seperti itu bisa merenggut nyawa anaknya ?

Ternyata sang ibu memberi anaknya kapsul roxithromycin dan asmeton strong. Menurut keterangan dokter, jika kedua jenis obat ini dikonsumsi secara bersamaan dapat menyebabkan konsentrasi aminofilin pada tubuh meningkat dan keracunan.

Ada pun efek samping yang paling umum dari aminofilin adalah muntah-muntah dan lambung tidak nyaman, jika parah akan menyebabkan sesak napas atau jantung berhenti berdetak.

Selain dua jenis obat flu di atas yang tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan, ada beberapa jenis obat yang kerap disediakan di rumah dan tidak boleh diminum secara bersamaan, karena dapat berdampak buruk pada tubuh.

1.Obat flu yang mengandung parasetamol, obat penurun demam atau pereda sakit

Obat-obatan ini kerap tersedia di rumah, dan tidak boleh dikonsumsi bersamaan, karena dapat menyebabkan overdosis parasetamol, kerusakan hati, gagal hati dan bahkan kematian.

2. Obat flu dan sirup obat batuk

Obat flu seperti panadol dan sebagainya mengandung acetaminophen, bahan-bahan ini mengandung madu, seperti sirup obat batuk, yang mana jika dikonsumsi bersamaan maka akan mengurangi khasiat menyembuhkan demam. “.

3. Vitamin C dan (obat) sulfonamida

Vitamin C mengandung zat asam, sementara obat sulfonamida dapat membeku dan berubah menjadi kristal jika bertemu dengan zat asam. Hal ini dapat menyebabkan batu ginjal pada sistem kemih dan merusak ginjal.

4. Tablet ginkgo dan aspirin

Tablet ginkgo mengandung flavonoid yang relatif tinggi, jika dikonsumsi bersamaan dengan aspirin dapat menyebabkan pendarahan. Apalagi jika pasien baru selesai operasi, maka risiko pendarahan akan semakin tinggi, jadi dihimbau sebaiknya hati-hati saat mengonsumi obat.

Setiap orangtua pasti cemas ketika buah hatinya jatuh sakit, tapi jangan karena ingin menyembuhkannya secara instan lalu sembarangan memberi obat, agar tidak menimbulkan akibat dan penyesalan yang tak diinginkan.(jhn/yant)

Sumber: Pixpo.net

Share

Video Popular