Sejak sekitar tahun 2000, individu yang dianggap oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) menjadi “ancaman”, yaitu praktisi Falun Gong – yang merupakan warga biasa yang mempraktikkan meditasi dan memegang nilai-nilai tradisional – ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi di seluruh Tiongkok.

Seringkali bahkan menjadi bahan percobaan dan mereka berakhir di pusat transplantasi, di mana mereka dibunuh dan organ tubuh mereka diambil lalu dijual.

Pada bulan Juni tahun lalu, sebuah penyelidikan selama 10 tahun menyimpulkan bahwa penahanan massal terhadap orang-orang Falun Gong ini menjadi “bank organ hidup” untuk digunakan oleh pusat transplantasi (kebanyakan rumah sakit militer) di seluruh Tiongkok.

©Epoch Times

Para penyidik telah memberi kesaksian di hadapan parlemen dan pemerintah di seluruh dunia.

Berdasarkan data yang tersedia dan bukti yang memberatkan, diperkirakan ada 1,5 juta narapidana (kemungkinan besar praktisi Falun Gong yang tidak bersalah atas kejahatan sebenarnya) telah dibunuh dalam sistem “bank organ organ hidup” ini.

Penjualan organ tubuh, menurut para penyidik, sangat menguntungkan, dengan beberapa rumah sakit mengumpulkan ratusan juta, bahkan miliaran, yuan keuntungan.

1. Kamp Kerja Paksa Masanjia, Tiongkok

©Amnesty

Kamp Kerja Paksa Masanjia, yang terletak di dekat Shenyang, Provinsi Liaoning, di Tiongkok, mungkin adalah penjara paling mengerikan di dunia, dengan metode penyiksaan brutal, kerja paksa, dan kehidupan yang mengerikan seperti neraka.

Sejak tahun 1999, ia mulai memenjarakan tahanan agama, kebanyakan praktisi Falun Gong, seringkali tanpa pengadilan.

Metode penyiksaan yang kejam digunakan pada praktisi Falun Gong untuk memaksa mereka melepaskan kepercayaan mereka, metode seperti tongkat kejut listrik menggantung di langit-langit, berbagai siksaan “ranjang” dan “bangku,” obat-obatan yang dipaksa makan, obat perusak saraf, kekurangan tidur, kurungan isolasi dalam waktu lama, pemerkosaan brutal dan bentuk kekerasan lainnya.

©Minghui

Dilaporkan bahwa praktisi Falun Gong secara sistematis diuji darah, tampaknya hal ini di katalogkan di “bank” donor organ hidup.”

Praktisi kemudian dibunuh atas permintaan organ mereka.

Sedangkan waktu tunggu untuk organ di Amerika Serikat bisa mencapai hitungan bulan dan tahun.

Sementara waktu tunggu di Tiongkok untuk organ jantung, paru-paru, dan hati, hanya diukur dalam hitungan hari, bahkan jam. Sungguh mengerikan! (latifah/rp)

Share

Video Popular