Erabaru.net. Beberapa dari kita akan menyadari betapa baiknya perilaku para gajah dalam industri pariwisata. Tapi yang tak terlihat dari mata kebanyakan orang, gajah-gajah tersebut mengalami trauma dengan “pelatihan” keras yang mereka jalani. Jadi, ketika salah satu gajah akhirnya dibebaskan, penyelamatnya melihat sesuatu yang tidak biasa.

(Foto: Facebook | WFFT Elephant Refuge – Thailand)

Gan Da, juga dikenal sebagai Darling, adalah seekor gajah berumur 40 tahun yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja di kamp trekking, sampai suatu hari seorang wanita Australia setuju untuk mensponsori penyelamatannya.

(Foto: Facebook | WFFT Elephant Refuge – Thailand)

“Kami dihubungi oleh pemiliknya yang ingin pensiun dari industri pariwisata. Untungnya, baru-baru ini kami mengadakan penggalangan dana untuk gajah di Sydney, Australia, yang memungkinkan kami untuk menyelamatkannya,” kata Tom Taylor, manajer Pusat Penyelamatan Satwa Liar & Tempat Perlindungan Gajah untuk Wildlife Friends Foundation Thailand (WFFT), kepada The Dodo.

(Foto: Facebook | WFFT Elephant Refuge – Thailand)

“Saat ini Thailand memiliki populasi tahanan lebih dari 3.500 individu dan populasi liar sekitar 3.200,” tulis organisasi tersebut di halaman Facebook mereka.

(Foto: Facebook | WFFT Elephant Refuge – Thailand)

Organisasi tersebut menambahkan bahwa mereka melihat adanya peningkatan jumlah gajah yang berada di kamp trekking.

(Foto: Facebook | WFFT Elephant Refuge – Thailand)

WFFT menulis: “Thailand telah mengalami pertumbuhan industri pariwisata gajah dalam beberapa tahun terakhir, dengan jumlah wisatawan yang meningkat setiap tahunnya. Industri ini harus berubah dan memberikan pilihan etis bagi 1000 ekor gajah yang terkecoh dan mendekam di kamp-kamp wisata yang kejam.”

(Foto: Facebook | WFFT Elephant Refuge – Thailand)

Pada bulan November, rantai Gan Da berhasil dilepaskan dan akhirnya ia dibebaskan. Agar Gan Da memulai sebuah babak baru dalam hidupnya, ia harus dibawa dengan truk ke tempat perlindungan gajah.

Share

Video Popular