Erabaru.net. Peristiwa ini berawal pada sekitar enam bulan lalu. Jess, seorang ibu tengah mengandung sepasang anak kembar.

Ini adalah satu hal yang menggembirakan sebenarnya. Namun, pada minggu kedua belas kehamilannya, salah satu bayinya didiagnosis menderita penyakit bawaan yang mematikan, yang dapat menghambat perkembangan otak dan tengkoraknya.

Dokternya mengatakan bahwa meskipun bayi tersebut selamat dari kehamilan, namun dia hanya bisa bertahan hidup barang satu atau dua hari setelah lahir.

Internet

Bagi Jess dan suaminya, jelas ini merupakan kabar buruk yang membuat pilu mereka!

Belum juga lahir anaknya sudah ditakdirkan kembali lagi kepada-Nya.

Namun, mereka tetap memutuskan untuk melahirkan anak itu, walau pun hanya beberapa menit terakhir bersamanya, mereka menamai Teddy pada bayi yang sakit itu.

Setelah menerima kabar buruk itu, pasutri ini pun membuat keputusan

Jika Teddy akhirnya tidak bisa bertahan hidup, mereka ingin menyumbangkan organ Teddy yang sehat kepada pasien yang membutuhkan pertolongan, memberi kesempatan hidup pada orang lain!

Mereka menghubungi dokter, dan menemukan pasien yang menunggu transplantasi organ, dan membuat semua persiapan yang diperlukan.

April, Jess menanti kelahirannya. Pukul 10:42 pagi waktu setempat, Noah lahir. Pukul 11:15, siang waktu setempat, saudara laki-lakinya, Teddy lahir.

Pasutri itu meletakkan kedua bayi itu bersama. Sang kakak Noah lahir sehat, sementara Teddy akhirnya hanya sempat menghirup udara bumi selama 100 menit! Pukul 12:55 waktu setempat Teddy menghembuskan napas terakhirnya.

Internet

Sang ibu mengatakan bahwa 100 menit ini adalah momen paling berharga dalam hidupnya Teddy!

Internet

Betapa dia sangat berharap waktu itu berhenti pada detik itu juga.

Internet

Namun apa daya, Tuhan berkehendak lain, Teddy akhirnya dipanggil juga oleh-Nya.

Setelah dinyatakan meninggal, Teddy dibawa ke ruang operasi yang sudah dipersiapkan sebelumnya, ginjal dan katup jantungnya dikeluarkan.

Share

Video Popular