Erabaru.net. Ada sebuah desa unik di Belanda, semua penghuninya adalah pasien demensia atau menderita kepikunan.

Para penderita alzheimer tinggal layaknya orang normal, tidak ada yang menegur “kamu lupa lagi ya!

Namun, saat mengalami kesulitan, perawat akan pura-pura berperan sebagai teman sekamar, tetangga atau pegawai toko, yang akan memberikan bantuan kapan saja.

Internet

Desa Hogeway dirancang sebagai pusat demensia berbasis rumah tinggal. Para penderita demensia di desa ini tidak merasakan tinggal di ruang pasien rumah sakit.

Mereka bisa menjalani hidup seperti orang normal, lebih bebas dan bahagia serta tinggal secara layak di apartemen.

Adanya sebuah riset tentang memori yang dilakukan oleh Yvonne van Amerongen, membuat Yvonne mencetuskan ide untuk mendirikan sebuah desa khusus bagi mereka yang menderita demensia.

Sementara Yvonne sendiri adalah seorang pengasuh yang telah bekerja untuk pasien memori selama puluhan tahun.

Internet

Melihat berbagai derita batin yang dialami para penderita menjelang ajalnya, Yvonne merasa para pasien demensia ini seyogianya juga memiliki kehidupan yang normal, dan hidup lebih bermartabat pada detik-detik terakhir kehidupannya.

Jadi, dia mencetuskan ide yang berani, membangun sebuah pusat perawatan dengan lingkungan hidup yang lebih baik, agar para penderita demensia bisa tinggal di sini dengan bebas.

Internet

Hogeway atau yang sering disebut dengan Dementia Village ini pertama kali dibuka pada tahun 2009 di kota Weesp, tak jauh dari Ibukota Belanda, Amsterdam.

Desa ini bisa dikatakan sebagai kerajaan yang independen. Apa yang ada di kota-kota biasa, juga tersedia lengkap di desa ini.

Ada apartemen, restoran, supermarket, kebun, central plaza, dan kantor pos semuanya lengkap tersedia.

Selain itu, Hogewey memiliki kamera pengintai yang memantau aktivitas lansia selama 24 jam penuh, dikelilingi pagar pembatas keselamatan dan jalur akses.

Para lansia dapat melakukan apa pun dengan bebas dan aman di desa ini, lebih dari 250 pekerja full / paruh waktu akan menjaga dan membantu kapan dan dimana pun mereka berada.

Para penderita demensia di Hogeweyk ini tidak tinggal di kamar rumah sakit, tapi apartemen!

Para lansia ini mungkin memiliki kenangan abadi semasa kanak-kanak dan masa muda mereka.

Internet

Untuk mengurangi kecemasan mereka terhadap lingkungan baru, desain interior apartemen dirancang dengan mengacu desain tahun 1950-an dan 1970-an untuk membangkitkan kenangan mereka.

Untuk lebih mendekati lingkungan hidup orangtua, desain apartemen terbagi dengan gaya tematik yang berbeda, seperti gaya perkotaan, gaya aristokrat/bangsawan, gaya bisnis, gaya India, gaya rumah, gaya budaya dan gaya religius.

Internet

Satu apartemen di Hogeweyk ditinggali oleh sekitar enam sampai delapan orang termasuk satu sampai dua pendamping/perawat yang menggunakan seragam.

Penderita demensia yang tinggal satu rumah, umumnya memiliki karakter atau keinginan yang hampir sama.

Internet

Ini dilakukan agar mereka dapat berbagi dan menjaga satu sama lain. Para lansia bisa pergi sendiri ke toko untuk membeli sesuatu, ke salon, makan di restoran, minum di bar, jalan-jalan di taman dan sebagainya.

Tidak peduli ke mana pun, dan ketika menghadapi kesulitan, mereka akan mendapatkan bantuan langsung dari perawat yang akan berperan sebagai “pelayan toko” atau “tetanga.”

Itulah Hogeweyk, salah satu desa yang unik di dunia. (jhn/rp)

goodtimes.my

Share

Video Popular