Mengapa? Banyak orang yang selalu berhati-hati dan teliti dengan perencanan yang matang dalam hidupnya.

Di mejanya penuh dengan moto atau semboyan hidup, sederetan daftar “makanan sehat” dan tatacara pemeliharan kesehatan atau rahasia panjang umur memenuhi laptopnya.

Namun, sering kali hancur dalam “tiga detik” karena dorongan EMOSI !

Karena tidak bisa mengekang diri, tak tahan, lupa bersabar dalam tiga detik ini, sehingga semua upayanya seperti di atas (ketelitian/perencanaan) menjadi “sia-sia!”

ILUSTRASI. (Internet)

Pernikahan perlu dikelola dalam waktu yang lama, tapi kalau kata cerai cukup tiga detik.

Menjalin persahabatan tulus itu butuh waktu yang panjang, tapi kalau sudah terpancing emosi/marah, cukup tiga detik arti persahabatan pun retak.

Sosok diri/figur perlu dikemas dalam waktu yang lama, tapi kalau lidah kepleset/salah bicara cukup tiga detik.

ILUSTRASI. (Internet)

 

Kegembiraan perlu ditempa dalam waktu yang lama, tapi jalan pintas/berpikiran pendek cukup tiga detik.

Orang-orang dahulu berkata, “Seseorang yang sepanjang hidunya cerdas itu juga ada kalanya bertindak gegabah.”

Lain kali, jika menemui detik-detik yang membangkitkan emosi, ingatlah untuk menahan napas, dan tenangkan diri Anda selama tiga detik.

Mungkin setelah tiga detik merenungkannya akan mengubah sepanjang hidupmu, sekaligus mengubah hidup orang lain.

Lepas kendali karena dorongan emosi itu memang sulit dihindari atau bahkan tak terelakkan, tapi seseorang bisa berpikir secara matang melalui pembelajaran dan pengalaman. Jangan sampai emosi itu menguasai/mengendalikan hidup kita.

Sebaliknya, kita harus bisa mengendalikannya dengan logika, dengan demikian baru bisa menghindari kesalahan yang tidak dapat diperbaiki akibat tindakan impulsif/emosi sesaat.
Anda. (jhn/rp)

Ibook.idv.tw

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular