Pemuda itu mendongakan kepala dan berkata, “Saya tidak memesan daging sapi.”

Si nyonya hanya tersenyum dan berkata, “Hari ini perayaan ulang tahun restoran kita, jadi sepiring daging sapi ini gratis kita berikan untuk kalian.”

Pemuda itu pun tersenyum, dan tidak bertanya lagi. Dia menjepit beberapa potong daging sapi dan dimasukkan ke dalam mangkuk sang ayah, setelah itu, dia sisakan beberapa potong daging sapi dan dimasukkan ke dalam kantung plastik.

Kami hanya diam saja memperhatikan sepasang ayah dan anak tersebut makan, lalu mengantar mereka keluar seusai makan.

Saat pemuda itu pergi, ia meletakkan uang di atas meja makannya. Ketika pelayan membereskan mangkuk mie, tiba-tiba ia berteriak.

Ternyata di balik mangkuk si pemuda tadi ada beberapa lembar uang kertas, yaitu uang seharga sepiring daging sapi.

ILUSTRASI. (Internet)

Saat itu saya, nyonya pemilik kedai mie, dan pelayan kami hanya terpaku di tempat.

Sikap si pemuda tadi membuat kita belajar akan 2 hal. Bakti dan ambisi keinginan yang kuat untuk memperoleh kesuksesan dalam hidup!

Hubungan antara ayah dan anak ini benar-benar harmonis! Saling mengerti akan isi hati masing-masing. (jhn/rp)

cmoney.tw

Share

Video Popular