- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Seorang Pemuda Membawa Ayahnya yang Buta Makan Mie, Percakapan Mereka Membuat Hati Siapa pun Tersentuh…

Erabaru.net. Pemuda ini memesan dua mangkuk mie sapi, tapi akhirnya hanya memesan satu mangkuk.

Ada seorang pemuda membawa ayahnya yang buta untuk makan mie.

Dengan hati-hati si pemuda yang berusia sekitar 18 tahun ini menuntun tangan ayahnya.

[1]
ILUSTRASI. (images.vice.com)

Pakaiannya tampak lusuh, tapi dari sikap dan gaya bicaranya, sepertinya ia adalah seorang siswa.

Pemuda ini menghampiriku dan berkata dengan suara keras “bos” 2 mangkuk mie sapi ya!”

Setelah itu diam-diam dia mencolek tanganku, dan sambil tersenyum menunjuk daftar (harga) menu di tembok, dan berkata, “1 mie daging sapi, satu lagi mie kuah polos ya.”

Saya baru mengerti ternyata dia sengaja berkata dengan suara keras untuk didengar ayahnya yang buta.

Tak lama kemudian pelayan mengantarkan 2 mangkuk miee yang dipesan. Pemuda itu menyerahkan mangkuk mie berisi daging sapi kepada ayahnya dan berkata, “Ayah, ini mie daging sapinya, hati-hati panas.”

[2]
ILUSTRASI. (static.news.lewatmana.com)

Dia berkata lembut kepada ayahnya. Sementara ia sendiri hanya makan mie kuah polos.
.
Ayahnya tidak terburu-buru untuk makan, dia meraba-raba dengan sumpitnya dan menjepit sepotong daging lalu diberikan kepada anaknya.

“Kamu harus makan yang banyak, agar bisa belajar dengan baik. Harus masuk universitas yang bagus, supaya kelak bisa menjadi orang yang berguna di masyarakat,” kata ayahnya lembut sambil tersenyum.

Si pemuda tidak menolak pemberian ayahnya, tapi diam-diam dia menaruh kembali daging tersebut ke dalam mangkuk ayahnya.

[3]
ILUSTRASI. (Journal Of The Evolving Man)

Anaknya berkata : “Ayah, ayo makan. Mangkuk saya sudah tidak muat dikasih daging terus sama ayah.”

“Ya, ya….ayo kamu juga cepat makan, mie daging sapi ini harganya cukup terjangkau,” kata sang ayah.

Dialog ayah dan anak itu membuat kami semua tersentuh. Sikap si pemuda membuat nyonya pemilik kedai mie tersentuh, kemudian dia memberikan sepiring daging gratis untuk mereka.

Entah sejak kapan nyonya itu berdiri di samping saya, lalu menatap sepasang ayah dan anak tersebut.

Sang nyonya kemudian menyuruh pelayannya mengantarkan sepiring daging sapi ke meja mereka.

Pemuda itu mendongakan kepala dan berkata, “Saya tidak memesan daging sapi.”

Si nyonya hanya tersenyum dan berkata, “Hari ini perayaan ulang tahun restoran kita, jadi sepiring daging sapi ini gratis kita berikan untuk kalian.”

Pemuda itu pun tersenyum, dan tidak bertanya lagi. Dia menjepit beberapa potong daging sapi dan dimasukkan ke dalam mangkuk sang ayah, setelah itu, dia sisakan beberapa potong daging sapi dan dimasukkan ke dalam kantung plastik.

Kami hanya diam saja memperhatikan sepasang ayah dan anak tersebut makan, lalu mengantar mereka keluar seusai makan.

Saat pemuda itu pergi, ia meletakkan uang di atas meja makannya. Ketika pelayan membereskan mangkuk mie, tiba-tiba ia berteriak.

Ternyata di balik mangkuk si pemuda tadi ada beberapa lembar uang kertas, yaitu uang seharga sepiring daging sapi.

[4]
ILUSTRASI. (Internet)

Saat itu saya, nyonya pemilik kedai mie, dan pelayan kami hanya terpaku di tempat.

Sikap si pemuda tadi membuat kita belajar akan 2 hal. Bakti dan ambisi keinginan yang kuat untuk memperoleh kesuksesan dalam hidup!

Hubungan antara ayah dan anak ini benar-benar harmonis! Saling mengerti akan isi hati masing-masing. (jhn/rp)

cmoney.tw