Erabaru.net.Malam itu, Lucy kembali bertengkar dengan ibunya, dan karena pengaruh emosi, Lucy pun segera meninggalkan rumah tanpa membawa apa pun.

Setelah cukup lama berjalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai mie dan mencium harumnya aroma masakan.

ILUSTRASI. (picdn.net)

Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak membawa uang sepeser pun.

Pemilik kedai sekilas terlihat seperti sosok orang yang ramah, melihat Lucy berdiri cukup lama di depan kedainya, ia pun bertanya, “Nak, mau makan mie ya?” tanyanya kepada Lucy.

”Ya, tetapi, aku tidak membawa uang,” jawab Lucy malu-malu.

”Tidak apa-apa, aku traktir,” kata pemilik kedai. “Kamu duduk dulu, aku akan buatkan untukmu.”

Tak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk mie. Lucy segera makan beberapa suap, tiba-tiba matanya berkaca-kaca dan air matanya pun berlinang jatuh ke dalam mangkuknya.

“Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai dengan penuh perhatian.

“Tidak apa-apa, aku hanya terharu!” Jawab Lucy sambil mengusap air matanya.

ILUSTRASI. (hellosehat.com)

Ia berkata kepada pemilik kedai.

“Seorang yang tidak kukenal memberi aku semangkuk bakmi, sementara,ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, ia mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Sedangkan anda, seseorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri,” kata Lucy kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai menghela napas setelah mendengar perkataan Lucy.

“Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Coba kamu renungkan sejenak, aku hanya memberimu semangkuk mie dan kamu begitu terharu. Sedangkan Ibumu telah memasak puluhan tahun untukmu saat kamu masih kecil sampai saat ini, mengapa kamu tidak berterima kasih kepadanya? Dan kenapa kamu malah bertengkar dengannya?”

ILUSTRASI. (newsapi.com.au)

Lucy terhenyak seketika mendengar perkataan pemilik kedai.

“Mengapa aku tidak menyadari hal itu?” Gumam Lucy.

Untuk semangkuk mie dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Lucy segera menghabiskan mienya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumah.

Begitu sampai di ambang pintu rumahnya, Lucy melihat ibunya yang tampak lelah dan cemas sedang memandang ke sekeliling. Saat itu, air mata Lucy sudah berlinang membasahi wajahnya.

Terkadang kita “sangat bersyukur/berterima kasih” dengan bantuan kecil yang diberikan orang lain dan “menutup mata” dengan kebaikan/jasa orang-orang terkasih kita.

Renungan. Bagaimana pun, kita tidak boleh melupakan jasa orang tua kita. Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka memang sudah sewajarnya, namun, kasih dan kepedulian mereka adalah yang paling berharga yang dicurahkan kepada kita sejak kita lahir.

Renungkanlah, dan luangkan waktu untuk selalu menemani orang tua kita meski hanya sesaat sebelum dipanggiil oleh-Nya, karena tidak ada yg tahu apa yang akan terjadi esok. (jhn/rp)

Onezw.com

Share

Video Popular