Erabaru.net. Departemen Imigrasi Korea Selatan baru-baru ini mengecualikan seorang pekerja asal Sri Lanka yang melanggar syarat izin tinggalnya, sekaligus juga menganugrahinya sebuah tanda ucapan terima kasih dari pemerintah setempat.

Ternyata pekerja asal Sri Lanka ini menerobos kobaran api di sebuah lokasi kebakaran dan menyelamatkan seorang nenek usia 90 tahun yang hampir tewas dilalap api.

▼ Katabilla Ketiye Ge-Dara Nimal Siri, sosok pria pemberani asal Sri Lanka yang pemberani ini kerja di Korea Selatan pada 2013.

Internet

Namun ia belum juga kembali ke negaranya setelah melewati batas waktu izin tinggalnya, karena ia harus terus mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan ibunya yang sakit serius.

Nimal yang seharusnya dikenai sanksi denda 10 juta Won atau sekitar 125 juta rupiah karena tinggal secara ilegal, namun, pemerintah Korea Selatan menghapus denda sebesar itu dan masih bisa tinggal di Korea Selatan karena satu peristiwa.

Ternyata pada saat Nimal sedang bekerja seperti biasa pada Februari lalu, terjadi kebakaran hebat di rumah penduduk di sekitar tempat kerjanya.

Para penduduknya panik menyelamatkan diri. Namun, seorang nenek usia 90 tahun masih terjebak di rumah karena tidak bisa bergerak leluasa.

Melihat itu Nimal pun tanpa ragu sedikit pun langsung menerobos kobaran api, dan menyelamatkan si nenek.

Namun, meski sang nenek berhasil selamat, Nimal mengalami luka bakar serius di wajahnya, selain itu paru-parunya juga terluka karena menghirup udara panas, dan perlu segera dilarikan ke rumah sakit.

Masyarakat Korea Selatan sangat tersentuh denan tindakan heroik Nimal setelah diliput media setempat.

Sementara itu, perusahaan LG secara khusus menghadiahkan 30 juta won atau sekitar 375 juta rupiah sebagai bentuk penghargaan untuknya, sehinggfa Nimal bisa membiaya pengobatan yang mahal bagi ibunya di Sri Lanka.

Ini adalah pertama kalinya LG memberikan hadiah serupa kepada warga negara asing.

Setelah dirawat di rumah sakit selama sebulan, Nimal akhirnya diizinkan pulang.

Internet

Sementara itu sang nenek yang diselamatkan sangat berterima kasih kepada Nimal, bahkan masyarakat desa setempat mengadakan pesta pesta untuknya.

Internet

Namun, karena bekerja “secara ilegal”, Nimal mungkin akan menghadapi ancaman deportasi dan hukuman denda.

Untungnya, setelah dipertimbangkan oleh 15 anggota dewan setempat, mereka semua sepakat membatalkan hukuman denda dan sebaliknya justeru memberi 10 juta won (sekitar 125 juta rupiah) sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Nimal.

Internet

Sekarang Nimal telah kembali ke kampung halamannya, pemerintah Korea Selatan mengeluarkan visa medis untuk mengizinkan Nimal menjalani perawatan kembali di Korea Selatan, dan bisa bisa bekerja kembali di Korea Selatan setelah pulih.

Tindakan baik Nimal yang spontan itu memang pantas mendapatkan berkah yang tak terduga.

Dia tanpa ragu sedikit pun telah melakukan sesuatu yang dianggapnya sebagai langkah yang tepat dan benar.

Dan kita juga ikut gembira dengan akhir yang membahagiakan sekaligus mengharukan itu.
Semoga ibu Nimal segera sembuh. (jhn/rp)

goodtimes.my

Share

Video Popular