Erabaru.net. Entah Anda percaya atau tidak, kita semua tumbuh sambil mencintai sekaligus membenci ibu kita. Ada banyak perjuangan dalam upaya menjembatani kesenjangan antar generasi yang saling berhubungan satu sama lain.

Itu adalah salah satu alasan utama mengapa saya dulu sering melawan ibu, rasanya apa yang ibu lakukan sangat menyebalkan dan sangat mengekang.

Seiring waktu, saya akan mulai menyadari kebaikannya yang tersembunyi dan menyadari bahwa saya harus meminta maaf dan berterima kasih atas kesalahan yang dulu pernah saya buat.

Baru-baru ini perasaan ini mengguncang saya, ketika saya melihat ke belakang, ke semua momen itu lagi, saat saya keras kepala, tidak pantas, cuek dan menyakiti mereka. Saat saya mengenang, saya menyadari hal lain. Dan kali ini membuat saya sedih.

Saya menyadari bahwa suatu hari dia tidak akan ada lagi untuk memarahi saya, mencintai saya, mendengarkan saya dan merasakan perasaan saya, dan bahkan tidak akan ada lagi untuk saya kunjungi.

Inilah hal yang memotivasi saya bahwa seharusnya semua ini saya katakan kepada ibu, sebelum semuanya terlambat.

(Internet)

1. Ya, ibu benar

Saya tahu, ketika biasanya ibu memarahi kita untuk segalanya, kita biasa merasa marah kepada ibu. Tapi, kita harus tahu itu, dalam kebanyakan kasus ibu justru benar dan justru kitalah yang salah. Ini adalah sesuatu yang terkadang kita sadari setelah suatu konflik dengan ibu berlalu.

(Foto : Idiva)

2. Saya bangga padamu ibu

Ibu telah mengatakan kepada kita betapa bangganya dia terhadap kita, tapi pernahkah kita mengatakan hal yang sama kepada ibu kita?

Betapa bangganya kita kepada ibu, yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Hari ini ketika kita sudah mengerti bahwa tidak mudah untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga. Mari kita katakan kepada ibu, saya bangga padamu ibu.

Share
Tag: Kategori: KELUARGA PARENTING

Video Popular