Erabaru.net. Jangan terburu-buru menghakimi dan menyalahkan orang lain, karena terkadang Anda tidak bisa mengerti maksud baik yang mereka miliki dibalik tindakan tersebut.

Lala lahir dan besar di wilayah pedesaan yang miskin. Saat usianya 2 tahun, ibunya meninggal mendadak akibat kanker payudara yang terus memburuk.

Lala tinggal bersama ayahnya yang saat itu sudah berusia 40-an. Ayah Lala, meski tampak kuat, namun telah menderita penyakit jantung sejak dia masih muda sehingga dia tidak boleh bekerja terlalu berat.

Untuk membesarkan Lala, ayahnya selain bertani, juga menjadi pengojek sepeda motor. Pertama dia akan membeli susu untuk anaknya, jika ada sisanya dia baru akan memberi beras untuk dirinya. Setiap ada uang lebih dia akan menyimpannya, tujuannya untuk biaya sekolah anaknya nanti.

Kehidupan ayah dan anak ini terus berlanjut. Ayahnya sering kelaparan, dan setelah tumbuh agak besar, Lala juga sering kelaparan, tapi satu hal yang pasti ayah Lala sangat keras dan mengharuskan Lala untuk sekolah, uang sekolah harus dibayar dan urusan makan menjadi nomor 2.

Suatu hari Lala juga mengambil kelas bahasa Inggris, dan pada akhirnya dia berhasil masuk universitas.

Saat kuliah di tingkat 3, Lala mengerti perjuangan ayahnya, maka saat itu dia memutuskan untuk kuliah sambil bekerja, dia tidak lagi meminta uang kepada ayahnya, dan malahan dia sering mengirimi uang untuk ayahnya walaupun tidak banyak.

Ayahnya sangat bangga padanya, namun juga menasehati agar anaknya rajin belajar dan agar anaknya menyimpan semua uangnya, tidak perlu khawatir, dia masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Share

Video Popular