Erabaru.net. “Ini 400 juta untukmu, tinggalkan putri saya,”
“Tapi tante, kami saling mencintai,” kata si Pemuda.

“800 ratus juta !”
“Tante, saya mencintai putri tante bukan karena uang, saya pikir cinta yang tulus itu tidak bisa diukur dengan uang.

“1,2 miliar! ” Tante, anda ini sedang memaksa saya.”
“2 miliar! Ini terakhir kalinya, tinggalkan putri saya.

Anak muda itu menghela napas, lalu mengambil selembar cek tunai dari sakunya.

ILUSTRASI. (tomscrafts.com)

“Ini cek tunai 20 miliar! Saya mau menikahi putri tante!” balas si pemuda mantap.

Cinta itu tidak bisa diukur dengan uang … Kalau sudah hilang, itu seumur hidup, ada orang yang akan melakukan segala upaya untuk mempertahankan cinta sejatinya! lanjut si pemuda.

Empat cerita berikut ini juga mengandung hikmah yang bisa dipetik, bagi Anda yang mengerti, akan mendapatkan lebih dari itu! Simak selengkapnya.

1. Tempat parkir

Lebih dari 2.000 tempat parkir tersedia di markas Volvo di Swedia, bagi mereka yang datang lebih awal selalu memarkir jauh dari gedung perkantoran, dan selalu begitu setiap hari.

Tanya: “Tempat parkir kalian tetap ya di sana?”

ILUSTRASI. (parkingreservationsoftware.com)

“Kami tiba lebih awal dan memiliki lebih banyak waktu untuk berjalan. Rekan yang datangnya telat mungkin akan terlambat, jadi bisa parkir di dekat gedung perkantoran,” jawab mereka.

Maknanya: Saat berpikir untuk orang lain, jalan yang kita tempuh pun akan lebih jauh.

2. Pinjam payung

Suatu hari, Konfusius atau Master Kung akan bepergian, kebetulan cuacanya mendung dan hujan, tapi dia tidak punya payung, lalu ada yang menyarankan, Zi Xia ada payung, pinjam saja sama dia.

ILUSTRASI. Konfusius. (britannica.com)

Mendengar saran itu, Konfusius berkata, Tidak, Zi Xia orangnya agak kikir, kalau saya pinjam dan tidak dikasih, orang lain akan mengira dia tidak menghormati gurunya. Kalau dipinjamkan, dia pasti akan merasa sayang dengan payungnya.

Maknanya: Bergaul dengan siapa pun, anda harus mengetahui kelebihan dan kelemahan orang lain, jangan memanfaatkan kelemahan seseorang dalam pergaulan anda, jika tidak, persahabatan Anda tidak akan terjalin lama.

3. Mengambil kitab suci.

Seekor kuda dan keledai mendengar bahwa biksu Tang (baca Thang) akan pergi ke Barat mengambil kitab suci.

Keledai berpikir bahwa perjalanan ini sangat sulit, jadi dia pun menyerah. Sementara kuda segera ikut si biksu. Setelah perjalanan yang berliku-liku dengan 81 kali rintangan, mereka berhasil mengambil Kitab Suci.

ILUSTRASI. (iaspaper.net)

Keledai bertanya, “Bagaimana kawanku, sangat melelahkan ya?”

Kuda berkata, “Sebenarnya selama saya pergi ke Barat, perjalananmu juga cukup melelahkan, tidak kurang dariku, malahan matamu ditutup, dan dicambuk. Sebenarnya, saya takut lebih lelah lagi melewati hari-hari yang tak menentu.”

Makna: Rasa lelah yang sebenarnya berasal dari ketidaktahuan dan kegalauan batin.

4. Kerjasama

Suatu hari di malam yang sunyi-senyap, lubang (kunci) membangunkan kunci dan mengeluh, “Setiap hari saya menjaga pintu rumah tuan dengan susah payah, tapi tuan lebih suka membawamu, saya benar-benar iri sama kamu!”

Sementara itu, kunci yang juga tidak puas mengatakan, “Betapa enak dan nyamannya kamu setiap hari tinggal di rumah! Sementara saya harus mengikuti tuan setiap hari kemana pun perginya, sangat tersiksa, hujan kehujanan, panas kepansan! Justru saya yang lebih iri denganmu!”

ILUSTRASI. (techhive.com)

Suatu ketika, kunci juga ingin menikmati kehidupan yang nyaman, jadi dia pun menyembunyikan diri. Tuannya yang sedang keluar dan kehilangan kunci saat pulang ke rumah, jadi marah karena terburu-buru ingin masuk tapi terkunci, lalu menghancurkan lubang kunci dan langsung membuangnya ke tempat sampah.

Setelah masuk ke rumah, sang tuan menemukan kuncinya dan dengan marah berkata, “Lubang (Kunci) sudah hancur, apa gunanya lagi menyimpan kunci? Dia pun langsung membuangnya ke tempat sampah.

Kunci dan lubang kunci yang bertemu di dalam tong sampah hanya bisa menghela napas, “Hari ini kita berakhir dengan tragis di tong sampah, karena kita tidak melihat pengorbanan dan nilai dari diri masing-masing, justeru selalu saling membanding-bandingkan, sirik dan saling curiga satu sama lain!”

Dalam banyak hal, jika hubungan antar manusia itu selalu saling tarik menarik, membanding-bandingkan, maka hanya akan berakhir dengan kehancuran masing-masing, tidak ada pemenangnya.

Jadi, hanya dengan melalui kerja sama, saling menghargai, saling mendukung, saling percaya baru bisa saling bekerjasama secara win-win solution. (jhn/rp)

pixpo.net

Share

Video Popular