Erabaru.net. Pada tahun 1993 silam, Annette McDonald, seorang wanita di Oregon, AS, mengadopsi seekor anjing jenis Labrador bernama Norman.

Ketika dia memutuskan untuk membawa pulang Norman ke rumah, petugas penampungan hewan mengatakan kepadanya bahwa jika anjingnya tidak diadopsi, anjing itu akan disuntik mati dalam hitungan hari.

Internet

▼ Annette dan Norman, anjingnya sering berjalan santai di pesisir pantai terdekat, ini adalah kegiatan kesukaan Norman.

Internet

Tapi tak lama kemudian, Annette melihat ada sesuatu yang tidak beres pada mata Norman, terkadang berlari dengan gerakan tidak stabil bahkan tidak bisa membedakan arah dengan jelas.

▼ Annette segera membawanya ke klinik hewan dan baru diketahui Norman menderita atrofi retina.

Internet

Kondisi Norman sangat serius, karena nyaris tidak bisa melihat dengan jelas objek di depannya.

Dan hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit ini, artinya Norman tidak akan bisa melihat lagi di kemudian hari.

▼ Annette sangat sedih, tapi Norman justeru dengan tenang menerima kenyataan itu. Norman tetap lincah-tangkas seperti dulu, melompat-lompat senang saat bermain bersama Annette tuannya.

Internet

Pada Akhir pekan itu, semula Annette tidak ingin keluar rumah, tapi Norman tampaknya ingin sekali keluar bermain, dan akhirnya Annette pun membawa Norman ke pinggir Necanicum River yang menghubungkan Samudera Pasifik.

▼ Arus air disini sangat kuat, biasanya tidak ada yang akan datang untuk berenang. Awalnya mereka ingin berjalan santai di pinggir pantai, tapi tiba-tiba telinga Norman berdiri tegak, dan tiba-tiba melompat ke air.

Internet

Annette kaget melihat tindakan Norman, ia pun segera berlari untuk melihat apa yang terjadi, dan ia melihat seorang gadis kecil yang timbul tenggelam di dalam air.

Share

Video Popular