- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Pengantin Berusia 12 Tahun ini Coba “Dilarikan” Seorang Wanita yang Geram Melihat Suaminya yang Sudah Uzur, Berusia 65 Tahun

Erabaru.net. Anak perempuan tidak hanya tidak bisa menikmati masa kecil dan remaja mereka, impian indah mereka juga ditolak dengan dipaksa menjadi istri seseorang.

Mungkin ini jarang terjadi atau mungkin tidak terjadi di negara maju, tapi bagaimana dengan reaksi masyarakat jika mereka menyadari bahwa peristiwa semacam itu bisa terjadi di New York?

Seorang YouTuber, Cody Persin dengan berani mengadakan pernikahan ‘pura-pura’ antara seorang gadis berusia 12 tahun dengan seorang pria berusia 65 tahun pada Februari 2016 untuk melihat reaksi orang banyak di Times Square, New York.

Di adegan pernikahan ‘pura-pura’ itu, Cody berperan sebagai fotografer yang menangkap gambar pengantin wanita dan pasangannya. Yang menarik atmosfer orang tak senang dengan pernikahan.

Beberapa mendekati gadis itu dan menanyainya, sementara ada yang marah dengan “pengantin pria” itu.

Kemudian beberapa menunjukkan bahwa mereka akan membawa pengantin remaja tersebut dari upacara tersebut.

Eksperimen Cody berhasil, banyak orang datang untuk membela pengantin remaja.

[1]
Youtube

Hampir semua orang di daerah tersebut berfokus pada “upacara” pernikahan tersebut.

[2]
Youtube

Beberapa bahkan berani menghadapi mempelai laki-laki.

[3]
Youtube

Orang-orang di Times Square tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

[4]
Youtube

Wanita ini sepertinya tidak hanya membiarkan apa yang terjadi di depan matanya.

[5]
Youtube

Dia bersikeras untuk ‘melarikan’ si remaja.

[6]
Youtube

Di Virginia, sampai Juli 2016, gadis remaja semuda 12 orang diizinkan untuk menikah jika mereka hamil dan memiliki izin orang tua.

[7]
Youtube

Antara tahun 2004 dan 2013, ada 4.500 remaja di bawah usia 18 tahun yang menikah di Virginia.

[8]
Youtube

Undang-undang tersebut telah diterapkan di Virginia dan telah disetujui di California, Maryland, New Jersey dan New York pada tahun 2016.

[9]
Youtube

Perkawinan anak-anak merupakan salah satu fenomena yang masih terjadi di beberapa belahan dunia.

[10]
Youtube

Setiap hari, 33.000 anak perempuan telah dipaksa untuk menikah dan kebanyakan masih berusia 12 tahun ke bawah.

[11]
Youtube

Mereka terlahir dalam kemiskinan dan karena itu mereka ‘dijual’ kepada keluarga.

[12]
Youtube

Mereka tidak hanya memiliki hak untuk berbicara, tapi juga tidak memiliki kenangan masa kecil yang menyenangkan.

[13]
Youtube

Girls Not Brides adalah kemitraan global lebih dari 800 organisasi.

[14]
Youtube

Fokus utama mereka adalah mengakhiri fenomena pernikahan anak dan untuk mendukung anak perempuan.

[14]
Youtube

Mudah-mudahan mereka berhasil dalam pencarian mereka.

[15]
Youtube

“Dunia adalah tempat yang berbahaya, bukan karena mereka yang melakukan kejahatan, tapi karena mereka yang melihat dan melakukan apa-apa” -Albert Einstein.

Lihat video di bawah ini, sebuah video yang menunjukkan bagaimana pernikahan tersebut dimainkan dan reaksi orang-orang New York terhadap pernikahan itu. (rp)

NTD.TV/erabaru.com.my