Erabaru.net. Gadis kecil itu mengatakan, “Selamat tinggal ayah,” tidak tahu bahwa ayahnya akan segera dieksekusi.

Seorang sopir di Tiongkok telah membunuh tiga orang dalam sebuah kecelakaan mobil.

Beratnya pelanggaran yang dilakukan menyebabkan pengadilan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Li Shiyuan yang berusia 30 tahun, dengan metode suntikan mematikan.

Menurut laporan, Li bertengkar dengan salah satu dari tiga orang yang tewas karena perbuatannya, di sebuah karaoke pada bulan Mei 2015.

Setelah keluar dari sana, Li masuk ke sebuah mobil dan mengejar tiga orang tersebut untuk membalas dendam.

Dikatakan bahwa kejar-kejaran mobil tersebut akhirnya menyebabkan mobil yang berisi tiga orang itu jatuh ke selokan.

Mobil mereka terbakar dan tiga orang di dalamnya terbakar sampai mati, dilaporkan juga bahwa ada dua orang lain yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan itu.

Youtube

Meskipun media Tiongkok gagal untuk mengungkapkan kejahatan apa yang telah didakwakan kepada Li, dilaporkan bahwa Li ditahan keesokan harinya dan pada akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan.

Pada hari eksekusi, Li meminta untuk melihat putrinya untuk terakhir kalinya. Ibunya, istri, dan putrinya datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya.

Ketika Li melihat istri dan ibunya di dalam penjara di Daqing, provinsi Heilongjiang, Timur Laut Tiongkok, dia terus berkata, “Biarkan aku memeluk putriku.”

Youtube

Li memberi hormat pada ibunya yang sudah tua dan memeluk istri serta putrinya. Putrinya kemudian berkata, “Selamat tinggal ayah”, tidak tahu bahwa momen itu akan menjadi perpisahan terakhir dengan ayahnya yang akan segera pergi untuk selamanya.

Netizen Tiongkok tersentuh oleh video tersebut, sementara banyak hancur hatinya untuk gadis kecil tersebut.

Namun, banyak netizen mengklaim bahwa meski hal itu memang memilukan, Li tetap harus menghadapi konsekuensi atas tindakannya.

https://youtu.be/LzhU5d6QLEw

(asmanih/rp)

Share

Video Popular