Erabaru.net. Kehilangan orang yang dicintai karena kematian selalu sulit. Setiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri untuk mengatasi rasa sakit tersebut.

Sebuah komunitas di Jepang menggunakan cara simbolis yang tidak biasa untuk mengatasi masalah tersebut: sebuah bilik telepon yang menghadap ke samudera, bernama “Telepon angin yang sugestif”.

Tukang kebun Itaru Sasaki, 70 tahun, yang telah kehilangan salah satu sepupunya di tahun 2010, menciptakan bilik telepon ini untuk berkomunikasi dengan kerabatnya yang sudah meninggal.

Pada tahun 2011, bencana tsunami yang menghancurkan Jepang dan menyebabkan lebih dari 15.000 orang tewas akhirnya mendorong Sazaki untuk menciptakan bilik telepon ini.

Dengan banyaknya orang yang mendukung, tempat ini menjadi populer bagi orang-orang yang ingin meratapi kehilangan sanak saudaranya.

Bilik telepon ini didirikan di Kota Otsuchi, 570 km utara Tokyo.

Share

Video Popular