- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Pria Tua di Jepang Menciptakan Sebuah Bilik Telepon yang Disebut “Telepon Angin”, untuk Berbicara dengan Orang yang Sudah Meninggal

Erabaru.net. Kehilangan orang yang dicintai karena kematian selalu sulit. Setiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri untuk mengatasi rasa sakit tersebut.

Sebuah komunitas di Jepang menggunakan cara simbolis yang tidak biasa untuk mengatasi masalah tersebut: sebuah bilik telepon yang menghadap ke samudera, bernama “Telepon angin yang sugestif”.

Tukang kebun Itaru Sasaki, 70 tahun, yang telah kehilangan salah satu sepupunya di tahun 2010, menciptakan bilik telepon ini untuk berkomunikasi dengan kerabatnya yang sudah meninggal.

[1]

Pada tahun 2011, bencana tsunami yang menghancurkan Jepang dan menyebabkan lebih dari 15.000 orang tewas akhirnya mendorong Sazaki untuk menciptakan bilik telepon ini.

Dengan banyaknya orang yang mendukung, tempat ini menjadi populer bagi orang-orang yang ingin meratapi kehilangan sanak saudaranya.

Bilik telepon ini didirikan di Kota Otsuchi, 570 km utara Tokyo.

Dalam film dokumenter “Phone of the Wind: Whispers to Lost Families,” yang dibuat oleh jaringan penyiaran nasional Jepang, NHK, Sazaki menjelaskan asal usul proyek tersebut.

“Karena pikiran saya tidak bisa disampaikan lewat suatu jaringan kawat biasa, saya ingin mereka terbawa angin,” katanya.

[2]

Sejauh ini, sudah lebih dari 10.000 orang yang sudah menggunakan bilik telepon itu untuk berkomunikasi dengan sanak keluarga mereka yang telah meninggal.

Mereka yang pergi ke sana sudah pasti tidak akan mendapatkan jawaban dari sisi alam lain, tapi mereka bisa merasa seidkit lega, mengetahui bahwa mereka memiliki tempat yang hening di taman damai yang luar biasa, dimana mereka bisa mengirim pesan kepada orang yang mereka cintai yang sudah tidak dapat mereka temui lagi.(asm/yant)

Sumber: fabbiosa.com