Erabaru.net. Seorang tua bernama Li, adalah pria sebatang kara yang mencari nafkah dengan menjadi pemulung. Setiap sore, dia akan pergi ke pengumpul sampah dan menjual botol , logam, kardus atau apa pun juga yang bisa laku dijual, sebagai hasil dia memulung satu hari itu.

Meski hidupnya sulit, dia tidak pernah berpikir untuk mengemis. Dia berpikir bahwa dia cukup kuat dan sehat, dan sama sekali tidak tergantung pada kemurahan hati orang lain. Jika dia masih punya daya untuk menghasilkan uang, dia berpikir bahwa uang ini adalah rahmat Tuhan yang mendukungnya.

Suatu hari, seperti biasa, Li sedang memungut sampah , tiba-tiba dia dikejutkan dengan gulungan kertas kecil yang tampak seperti uang, dia memungutnya dan memang benar, itu adalah uang, jumlahnya juga tidak sedikit, itu 500 ribu.

Dia melihat sekeliling dan tidak melihat ada orang lain di sana, akhirnya dia menyimpan uang tersebut, berpikir bahwa ini mungkin adalah berkah dari Tuhan karena dia telah bekerja keras.

Satu hal yang membuat Li merasa aneh, kini setiap hari saat memulung, dia selalu menemukan uang, dan jumlahnya sama, selalu 500 ribu. Dia berpikir, Tuhan pasti sangat menyayanginya, sehingga setiap hari selalu memberi rezeki yang begitu banyak.

Walaupun begitu, Li tidak berniat untuk menggunakan uang itu sedikitpun, dan dia tetap pada pekerjaannya, yakni memulung.

Share

Video Popular