Erabaru.net. Melihat seorang pria penyandang cacat itu terjatuh namun masih memegangi kotak susu untuk anaknya yang sakit, orang-orangpun tertarik perhatiannya dan berdatangan untuk melihat.

Lebih buruk lagi, pria itu dipukuli sampai memar.

Sejak suami malang ini menjadi cacat, istrinya meninggalkannya bersama dua orang anak kecil.

Setelah mengalami kecelakaan, kakinya tidak lagi seperti sediakala dan tidak lagi menjadi gesit.

Dia kesulitan berjalan, namun masih bisa mendorong gerobak kecil, dengan susah payah, untuk mengumpulkan logam dan barang bekas yang masih dapat dijual.

Hasilnya sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan dirinya serta dua orang anaknya.

Hari itu anak-anaknya menangis karena kekurangan susu, mereka terpaksa hanya diberi air putih, atau dibawa ke rumah kerabat yang jaraknya beberapa kilometer untuk menumpang makan.

Kehidupannya agak sedikit membaik saat ada orang lain yang berbelas kasih kepada mereka, misalnya memberi sepotong roti ataupun sedikit makanan sisa.

Orang-orang tahu bahwa di rumah kecil yang bobrok itu tinggallah seorang pria cacat dengan dua orang anaknya yang masih kecil.

Banyak juga yang mengatakan bahwa istrinya jahat karena telah meninggalkan mereka, namun pria cacat ini tidak berani menyalahkan istrinya karena dia juga sadar bahwa dia terlalu miskin, juga cacat.

Karena dia dulunya juga adalah anak yatim piatu, dia tahu persis bagaimana rasanya tumbuh tanpa orang tua.

Karena itu, dia memutuskan untuk membesarkan dua anaknya sendiri dan tidak ingin meninggalkan mereka.

Banyak orang yang kasihan melihat keadaannya juga membantu serta menyarankan untuk mencari istri, tapi dia menolak.

Internet

“Saya hidup bersama dua anak saya, dan kami semua saling merawat satu sama lain, itu sudah cukup,” katanya sambil tersenyum lembut.

Saat anak pertamanya ulang tahun yang ke-1, dia dengan penuh semangat membelikan baju bayi baru.

Tidak semahal dan sebagus milik bayi orang lain, tapi setidaknya itu adalah kenyamanan mewah bagi anak malang tersebut.

Sekarang anak-anaknya sudah berusia lebih dari 1 tahun, setiap hari dia akan menitipkan kedua anaknya kepada tetangga agar diawasi.

Sementara dia sendiri pergi keluar untuk memungut logam, botol atau apapun yang masih bisa dijual.

Dia juga menjadi tenaga serabutan yang akan melakukan pekerjaan apapun selama masih bisa dan tidak melanggar hukum.

Karena anak-anaknya juga sudah paham keadaan mereka, jadi mereka bisa menerima, jadi setiap malam, rumah bobrok kecilnya dipenuhi gelak tawa dan canda ria.

Semuanya berjalan seperti itu sampai suatu hari, anaknya sakit. Saat memungut botol, seorang tetangga berlari dan memberitahunya untuk bergegas mencari susu untuk anaknya karena anaknya sakit.

Dia buru-buru pulang dengan susah payah berjalan pincang, dia mendatangi sebuah toko kelontong dan ingin membeli susu, namun ternyata uangnya tidak cukup, akhirnya dia hanya bisa berjalan dengan sedih.

Saat berjalan lambat menuju rumah, tiba-tiba ada seorang anak remaja berlari dan menabraknya di tikungan.

Remaja itu menjatuhkan beberapa barang, beberapa barang dipungut oleh remaja tersebut dan dia terus berlari, ternyata ada beberapa barang yang tertinggal, dan salah satunya adalah sekotak susu!

Dia segera berteriak memanggil si remaja dan mengatakan ada barangnya yang tertinggal, namun remaja itu tidak peduli dan terus saja berlari.

Dia tahu itu bukan miliknya, tapi dia memutuskan untuk meminjamnya dulu dan akan mengembalikannya nanti, atau nanti dia akan menyumbangkan uang seharga sekotak susu ini.

Internet

Diapun memungut kotak susu itu dan terus berjalan mendorong gerobaknya.

Tiba-tiba sebuah suara menghentikannya. “Hey! Kamu berani mencuri barang saya ya?” Kata suara tersebut.

Dia menoleh dan melihat seorang pria membawa kayu di tangannya.

“Tidak, saya tidak mencuri,” katanya.

Share

Video Popular