Erabaru.net. Sudah 5 tahun sejak aku pergi dari rumah dan tidak pernah pulang, bukan karena sibuk, tapi karena aku tidak mau melihat ayah dan bibi tinggal di rumah itu.

Lima tahun yang lalu, saat ibuku meninggal, ada satu kejadian yang membuatku sangat kesal.

Belum selesai masa perkabungan, ayah sudah menikah lagi, dan orang yang dia nikahi itu adalah bibiku!

ILUSTRASI. (picdn.net)

Aku merasa ini lebih buruk daripada sekedar pengkhianatan.

Setelah pasangan itu menikah, aku tidak pulang dan memilih untuk menumpang dan kemudan kost sendiri.

Ayah mencoba menemukanku, tapi berkali-kali aku menolak untuk bertemu dengannya, dan ketika dia menelepon, aku pasti tidak mengangkatnya, aku juga tidak membalas smsnya.

Beberapa kali bibi datang ke tempat kerja untuk mencariku, tapi aku selalu tidak mau menemuinya, dan akhirnya aku pindah tempat kerja tanpa mengabari tempat kerjaku yang baru.

Dalam 5 tahun, Ayah mengirimiku banyak pesan sms. Semua pesan tentang menanyakan kabar, kesehatan, bertanya bagaimana keadaanku, menyuruhku untuk pulang walau sebentar, untuk sekedar bertemu sebentar saja.

Aku hanya tertawa dan bertanya dalam hati, “Pulang? Apakah aku masih punya rumah? Rumahku sudah dihancurkan, oleh ayah dan bibiku sendiri.”

ILUSTRASI. (assets.com)

Tapi seiring waktu, kebencian pada ayahku mulai hilang. Setelah bertahun-tahun berkeliaran di luar, aku mulai merindukan mereka.

Kemarahanku tidak sebesar dulu lagi. Belum lama ini, ayah mengatakan bahwa dia ingin merayakan ulang tahunnya ke-60 dan ingin agar aku hadir.

Setelah berpikir kembali, aku memutuskan untuk kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah, aku menemukan perasaan yang sangat intim. Apalagi saat melihat wajah ayah yang kurus dan tua, rasa sakit di hatiku semakin meninggi.

Melihat ayah dan bibi bersama, meski tidak terasa ada dendam lagi di hati, tapi aku masih merasa tidak wajar, jadi saat itu aku hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun.

Ayah menatapku untuk waktu yang lama dan berkata, “Nak, ayah tahu kamu masih memiliki beberapa prasangka tentang pernikahan antara ayah dan bibi. Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya kepadamu, bagaimanapun kamu harus tahu fakta sesungguhnya. Sebenarnya, kamu bukan anak biologis ayah.”

Dalam hatiku, “Apa?” Aku sangat kaget mendengarnya.

Ayah terdiam sejenak lalu melanjutkan,”Saat itu sebetulnya ayah berpacaran dengan bibimu, sedangkan ibumu berpacaran dengan seorang pria lain, pria itu menghamili ibumu, tapi tidak bertanggung jawab dan lari. Saat itu, untuk menyelamatkan muka keluarga, ayah diminta untuk menikahi ibumu, bibimu pun setuju. Jadilah ayah menikah dengan ibumu, dan mengatakan kepada orang-orang bahwa kamu adalah anak ayah dan ibu.”

Aku sangat kaget dan seakan tak percaya, mataku mulai memerah.

Ayah berkata lagi, “Kemudian setalah bertahun-tahun, ibumu sakit, saat dia sekarat dia meminta supaya ayah menikahi adiknya, melanjutkan hubungan kami, itu permintaan terakhirnya dan dia memohon supaya ayah dan bibi mau melakukannya. Dia meminta dengan sangat, agar setelah dia meninggal, pernikahan kami segera dilakukan. Jadi itulah alasannya mengapa ayah dan bibimu langsung menikah setelah ibumu meninggal, anggota keluarga yang lain semua tahu, itu sebabnya juga kakek dan nenekmu tidak keberatan dan tidak marah kepada kami.”

Saat ayah selesai berbicara, hatiku terasa sedikit berantakan, bahkan sedikit skeptis tentang kehidupan ini.

Aku kaget, sedih, marah karena tidak diberitahu sebelumnya, juga bingung akan semua yang terjadi.

Tapi kemudian saat melihat ayah dan bibi hidup bahagia, aku diam-diam memberkati mereka. Bagaimanapun aku sadar, seharusnya aku berterima kasih kepada mereka. (asmanih/rp)

Share

Video Popular