- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Pria Ini Menghabiskan Waktu 40 Tahun untuk Memahat Batu di Tebing Terjal, Kini Ribuan Wisatawan Datang Berkunjung!

Erabaru.net. c tinggal sendirian di pegunungan Nikaragua selama 40 tahun. Dia telah mendedikasikan waktu untuk memahat tebing terjal setinggi 300 kaki, mengubah batu menjadi karya seni kehidupan nyata.

Dia mengatakan pahatannya itu adalah representasi dari mimpi yang dia miliki saat dia baru berusia 9 tahun.

Alberto dikenal sebagai “Si Pertapa Nikaragua”, “Si Lelaki Batu”, atau “Si Pemahat Gunung”.

Ia lahir pada tanggal 17 Oktober 1944 di Kota Esteli. Ia selalu terbiasa untuk menyukai penjelajahan hutan di sekitar rumahnya.

Pada usia 33 tahun, ia memutuskan kalau ia ingin hidup dikelilingi oleh alam, menciptakan sebuah patung yang ia impikan saat masih kecil.

Selama perang di Nikaragua, dia meninggalkan segalanya untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

[1]

Alberto bekerja selama tiga jam setiap hari, mencari batu yang ideal, dan saat menemukannya di Estanzuela Park, dia pun memulai pekerjaannya.

Butuh waktu empat dasawarsa untuk menyelesaikan karya besarnya, tempat beberapa binatang dapat dilihat, termasuk gajah dan cheetah, miniatur Katedral Esteli, dan bahkan Menara Kembar New York.

Fakta yang paling menarik adalah ‘pertapa’ ini menegaskan bahwa pahatannya identik dengan apa yang dia lihat dalam mimpinya 70 tahun yang lalu.

[2]

Warga Negara Nikaragua ini mengatakan bahwa mimpinya yang lain adalah untuk memutuskan kontak dengan peradaban dunia yang ada, namun terkadang Alberto membiarkan dirinya terlihat dan bahkan berbicara dengan beberapa wisatawan yang mengunjungi daerah tersebut.

Terkadang, ia juga mengizinkan orang-orang mengambil foto rumah dan karyanya, menjadikannya selebriti lokal.

Alberto tinggal di sebuah rumah kecil yang dia bangun sendiri, tidur di tempat tidur buatan, dan tidak paham akan arti kenyamanan modern, seperti Internet.

[3]

Guitierrez menegaskan bahwa ia telah dikunjungi oleh 30.000 orang dalam satu dekade terakhir. Sungguh hebat membayangkan seorang pertapa yang berhasil menjadi objek wisata yang begitu populer.(iin/yant)

Sumber: fabbiosa.com