Erabaru.net. Kisah nyata ini terjadi sepuluh tahun yang lalu. Saat seorang guru sedang beristirahat saat makan siang, teleponnya berdering. Ketika guru itu menjawab, sebuah suara yang garang berkata, “Kami telah menangkap anak perempuan Anda karena mencuri sebuah buku di toko buku kami, tolong datang cepat untuk menyelesaikan masalah ini.”

Guru ini juga mendengar suara seorang gadis menangis di balik suara si penelepon. Saat dia menoleh, putrinya sedang menonton televisi di ruang tamu. Jadi gadis yang tertangkap mencuri itu bukan putrinya.

Dalam pikirannya, mungkin ini adalah panggilan palsu, tapi mungkin memang benar gadis itu telah tertangkap basah mencuri di toko buku.

Dan gadis itu dengan sengaja memberinya nomor telepon acak karena dia tidak ingin keluarganya mengetahui perbuatan buruknya. Kebetulan nomor telepon acak ini adalah nomor telepon rumah guru ini.

Sebenarnya, guru ini bisa saja meletakkan telepon dan membiarkan saja masalah ini karena ia tidak kenal dengan gadis itu.

Guru itu bisa saja memarahi si penelepon dan mengatakan anak gadis itu tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Tetapi sebagai seorang guru, dia berpikir anak gadis itu mungkin saja salah seorang dari muridnya.

Mendengar suara tangisan gadis tersebut, mungkin dia dalam keadaan shock dan takut. Gadis itu mungkin berada dalam situasi terburuk dalam hidupnya, dengan melakukan kesalahan dan menganggap dirinya sebagai orang yang hina pada saat itu.

Share
Tag: Kategori: Headline

Video Popular