Erabaru.net. Di sudut suatu gang ada sebuah rumah kecil, Anda tentu tidak akan pernah menyangka dalam ukuran rumah sekecil itu, “bagaimana bisa mereka bertahan!”

Tapi rumah itu benar-benar ada, dan telah ditempati oleh lebih dari 3 generasi kehidupan.

Rumah itu lebarnya hanya 190 cm, berada di dalam gang di jalur 44, Hoan Kiem, Distrik Hoan Kiem, Hanoi, Vietnam. Pemiliknya adalah Tuan Hoang Van Xuan, yang berusia 55 tahun.

Tinggal di rumah 190 cm

Tidak ragu, Pak Xuan membagikan tentang rumahnya di berita Yan News.

“Rumah itu kecil sekali, namun tiga generasi dari keluarga saya telah tinggal di sana dan sekarang adalah tempat tinggal milik ayah saya. ”

Internet

Rumah Xuan terletak di gang kecil.

Internet

Pak Xuan menggambarkan rumahnya dengan gambar sederhana. Pak Xuan mengajak semua orang melewati gang kecil. P

ergi ke dalam gang sekitar 5m, tangannya mengangkat batang besi dan berusaha memanjat. Kemudian dia akan merangkak naik ke dalam rumah.

Internet

Sangat sulit untuk masuk ke rumah Xuan. Di dalam rumah, segalanya diatur oleh Pak Xuan.

Pakaian tergantung di dinding, di lantai ada alas tidur dan di kedua sisi ada beberapa barang kecil seperti kipas angin, televisi, buku, surat kabar.

Xuan mengatakan bahwa hampir semua aktivitas pribadi tidak dilakukan disini, kebanyakan mereka hanya akan berada di sini saat waktu tidur.

Ayah dan anak akan berbaring dengan nyaman, dan setelah seharian lelah bekerja, mereka bisa berbaring dan langsung tidur.

Rumahnya kecil, empat sudut tidak ada pintu ataupun jendela. Jadi jika Anda tidak menyalakan lampu, maka hampir tidak ada cahaya di dalam rumah, dan rumah ini jadinya cukup rahasia.

Internet

“Yang paling ekstrem adalah saat musim panas, saat itu di dalam rumah akan terasa panas sekali. Selain itu, jika ada orang lain di bawah yang memasak, apalagi memasak masakan yang berasap, maka aroma makanan tersebut akan sangat lama tercium di dalam rumah. Saat itu seringkali kami akan tidur di luar, dan harus menunggu cukup lama sampai aroma masakan itu hilang dari dalam rumah,” kata Xuan.

Mereka juga cukup tergganggu saat langit-langit mengeluarkan suara. Pak Xuan mengatakan, “Ada juga orang-orang di atas, di atas rumah ada orang-orang berjalan kaki yang mengeluarkan suara keras, lapisan plester kapur di dinding juga telah lama, dan sangat mudah lapuk, sehingga banyak yang terkelupas dan seringkali air yang entah darimana merembes masuk.”

Ingin memiliki rumah yang layak untuk anak laki-laki satu-satunya

Mengacu pada keluarganya, dia menceritakan, “Saya dulu pernah punya rumah tangga yang utuh. Dia bertemu setelah dijodohkan dan memiliki seorang putra, Hoang Xuan Thuy (sekarang berusia 20 tahun). Rumah itu seperti kotak busa baginya, setiap hari dia sangat rewel, saya hanya terus berusaha mencari nafkah sepanjang hari.”

“Saya melakukan berbagai pekerjaan untuk mengumpulkan uang dan kemudian membeli sepeda motor untuk mengojek. Istri saya juga berusaha mencari pemasukan.”

Internet

Rumah itu kecil tapi sangat tertata rapi.

Sambil menuangkan teh dia berkata, “Di dekat rumah saya banyak pasangan suami istri yang karena rumah yang terlalu kecil dan kondisi ekonomi sulit, kemudian berpisah. Tak terkecuali istri saya. Dia juga menderita selama beberapa tahun dan kemudian memilih untuk pergi dengan tenang.”

Anaknya, hampir hancur drastis, sedih dan depresi sepanjang hari, dia hanya duduk diam tanpa suara, namun lambat laun dia mengerti keadaannya.

Ketika ditanya apakah Anda punya rencana untuk masa depan anak Anda? Apakah Anda punya keinginan untuknya?

Pak Xuan merenung sejenak dan berkata, “Anak saya sudah besar sekarang, dia akan pergi bekerja di restoran, gaji saya ditambah hasil ojek sepeda motor saya sudah cukup untuk menutupi kehidupan keseharian saya sendiri. Sekarang saya hanya ingin memiliki rumah kecil sehingga anak-anak saya akan memiliki tempat berlindung yang layak dan tidak berada di dalam ‘keranjang bayi’ seperti saya sekarang.”

Rumah-rumah tua yang kecil dan padat seperti ini di Hanoi tidak sedikit, terutama di kota tua.

Tinggal di lingkungan yang gelap, sempit dan tidak aktif, tapi karena terdesak kebutuhan dan faktor pencaharian, orang-orang seperti Xuan masih harus tinggal di tempat seperti itu.

Beberapa langkah dari sana adalah jalan sibuk Hang Buab, banyak toko berwarna cerah, banyak toko-toko fashion. Yang dalam hal ini, bagi orang-orang seperti Xuan, itu seolah adalah dunia lain yang berbeda.

Internet

Setiap helai semen kapur terkelupas karena berjamur di dinding yang sudah tua.

(asmanih/rp)

Share

Video Popular