Erabaru.net. Perang saudara di Suriah terus berkecamuk, terutama di Aleppo, kota terbesar di Suriah, terbelah menjadi dua bagian selama konflik berkepanjangana di negara itu.

Kehidupan sehari-hari menjadi perjuangan bagi mereka yang masih tinggal di sana, terjebak dalam peperangan antara pemberontak dan pasukan pemerintah.

Dan di sinilah Bana Alabed, seorang gadis cilik berusia tujuh tahun ini tinggal. Sejak kanak-kanak, Bana diajari bahasa Inggris oleh Fatemah, ibunya.

Namun perang telah menghancurkan masa ceria kanak-kanaknya, sehingga membuatnya harus menghadapi kenyataan hidup yang kejam.

Internet

Supaya diketahui rakyat di negara lain tentang keseharian mereka dibawah kekejaman perang, Bana yang baru menggunakan media sosial di akun @AlabedBana bersama sang ibu, Fatemah, merekam kehidupan sehari-hari mereka atau siaran langsung pemboman dari udara, agar orang-orang memahami akan kengerian dan kekejaman akibat perang.

Umumnya sebagian besar situs jejaring sosial orang-orang berisi tentang kemewahan, cinta, makanan atau hal-hal sepele yang menyenangkan, tapi yang diposting Bana dan ibunya ini adalah pemandangan akibat perang yang mengkhawatirkan orang-orang apakah masih bisa menyaksikan mentari esok hari atau tidak.

Internet

“Selamat sore dari Aleppo, “Saya sedang membaca untuk melupakan perang,” tulis Bana.

Internet

Tolong doakan kami, barusan kami mendengar suara pesawat, tampaknya ada serangan udara lagi … tapi saya akan bertahan sampai pemboman berakhir.

Internet

Saya akan terus bertahan di tengah ledakan bom.

Internet

Ibu : “Bom terus bergemuruh dari jam 12 malam hingga jam 5 pagi, sepanjang malam kami tidak bisa tidur, dan tak disangka serangan dimulai lagi pada pukul 9 pagi.

Internet

Ibu: “Semoga bisa berhenti malam ini, Bana sedang membaca.”

Internet

Meski anggota keluarga Bana baik-baik saja, tapi mereka mendapat kabar buruk dari temannya.

Dari postingan ini, kita bisa menyaksikan Bana cilik harus menghadapi malam yang bergemuruh di rumahnya.

Share

Video Popular