Erabaru.net. Li, yang usianya hampir 60 tahun, adalah seorang mantan tentara. Selama dia bertugas dulu, dia cedera, kakinya cacat dan terpaksa harus segera meninggalkan kesatuannya. Selanjutnya, karena kesulitan ekonomi, Pak Li harus pergi ke mana-mana, berganti-ganti pekerjaan, dan sekarang dia menjadi pekerja pembersih lingkungan sekitar.

Ilustrasi.

Anak laki-laki Li bekerja di sebuah perusahaan di kota tersebut. Karena dia tidak punya banyak waktu untuk mengajar dan menemaninya, anaknya menjadi apatis saat dibesarkan. Hubungan ayah dan anak tersebut menjadi tidak baik. Apalagi setelah istri Li meninggal karena kanker, jarak ayah dan anak itu menjadi semakin jauh.

Hubungan antara ayah dan anak di antara mereka menjadi buruk, bukan sekedar karena Li tidak punya banyak waktu untuk merawat anaknya, tapi karena setelah bertahun-tahun bekerja, Li tidak mampu membeli barang-barang yang umumnya dimiliki oleh suatu keluarga.

Sementara orang-orang lain bisa bepergian bersama orangtuanya, memiliki mobil, motor, dan sebagainya di rumah, di rumah Li, hanya ada sedikit perabot yang usang. Hal ini membuat dia malu akan kemiskinan ayahnya.

Sebelumnya, ada kalanya saat Li kembali ke rumah, di dalam hatinya dia juga ingin tinggal di dekat anaknya untuk sementara waktu, dan menghabiskan waktu bersamanya.

Dia juga ingin mencari pekerjaan di dekat rumah supaya dia bisa segera kembali ke keluarganya setelah bekerja.

Akhirnya, dia menemukan pekerjaan sebagai pekerja pembersih lingkungan di sekitar wilayah tempat tinggalnya, meski melelahkan dan gajinya tidak besar, tapi Li sangat bahagia.

Setiap hari dia bangun pagi-pagi sekali untuk mulai bekerja, sekali lagi menyapu bersih semua sampah di jalan. Meski sudah lama berhenti dari ketentaraan, dia tetap memiliki kebiasaan bangun pagi-pagi.

Kemudian putranya berangkat kerja, langsung pergi begitu saja tanpa pamit kepadanya. Ketika dia hampir selesai menyapu, tiba-tiba rekannya Wu, menghampirinya, dia mengatakan bahwa tadi dia mendapat kabar bahwa ada sebuah bus umum jurusan kota yang mengalami kecelakaan.

Dia bertanya, “Putramu sudah berangkat?”

“Sudah,” kata Li

“Dia berangkat kerja dengan menaiki bus jurusan kota bukan?”

“Ya, astaga, kamu benar, bagaimana keadaan anakku ya, apakah dia baik-baik saja? Apakah dia menaiki bus yang mengalami kecelakaan itu?”

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular