Film yang Sangat Mengharukan ini Meraih Penghargaan Internasional Tertinggi, namun Tiongkok Melarangnya karena Alasan yang Mengerikan

108
Edward Dai/The Epoch Times

Erabaru.net. Sensor internet di Tiongkok sangat sulit untuk dilewati sehingga negara Tiongkok menjadi “penjara terbesar bagi pengguna internet”.

Tidak hanya internet, Partai Komunis Tiongkok (PKT) juga memegang kontrol penuh terhadap media televisi, media cetak, literatur, video games, pesan singkat, teater, radio, dan film.

Hal ini tidak hanya memutuskan masyarakat Tiongkok dari seluruh dunia namun situasi sebenarnya yang terjadi di Tiongkok juga tersembunyi dari orang-orang di seluruh dunia.

Sensor dari seluruh bentuk media dikendalikan oleh pihak otoritas, yang memblokir konten “sensitif” untuk alasan politik maupun untuk mengontrol populasi.

Singkatnya, “otoritarianisme jaringan” telah menjadi cara PKT dalam mengatur masyarakat.

Satu kata yang sangat disensor adalah “Falun Gong” atau “Falun Dafa”- sebuah latihan spiritual berdasarkan nilai-nilai universal yakni Sejati-Baik-Sabar yang secara ilegal dilarang di Tiongkok oleh PKT sejak tahun 1999.

Film, dokumentasi, buku, audio, video, atau konten lain yang berhubungan dengan latihan meditasi yang damai ini benar-benar dilarang dengan pengawasan yang sangat ketat.

Jennifer melakukan latihan meditasi Falun Gong di Prospect Park, New York, 29 Juni 2017 (Oleh: Benny Zhang)

Semua dokumenter pemenang penghargaan mengungkap penganiayaan mengerikan yang dialami praktisi Falun Gong di tangan partai komunis yang dilarang di Tiongkok.

Namun kisah nyata ini terus menerus ditampilkan di seluruh dunia, membuka kesadaran akan peristiwa genosida tragis ini dimana orang-orang tidak bersalah yang tidak terhitung jumlahnya telah dibunuh secara brutal oleh PKT.

Beberapa film dokumenter yang ada diantaranya: “Free China”, “Human Harvest”, “Hard to Believe”, “Sandstorm”, dan “The Bleeding Edge”.

Sebuah adegan dari film “Free China” : “Courage to Believe”, menunjukkan Jennifer Zeng di parade hak asaasi manusia di New York (NTD Television).

Film Dokumenter Free China: The Courage to Believe menampilkan dua praktisi Falun Gong yang telah ditahan karena keyakinan mereka, yakni Jennifer Zeng, mantan anggota partai komunis, dan Dr. Charles Lee, seorang pengusaha keturunan Tiongkok-yang tinggal di Amerika.

Internet

Jennifer ditahan ketika keyakinannya diketahui melalui pengintaian internet, dan Dr.Charles Lee ditahan di Tiongkok ketika ia ingin mengungkap penganiayaan Falun Gong dengan menyiarkan informasi tanpa sensor di televisi yang dikendalikan oleh pemerintah.

Karena menolak untuk melepaskan keyakinannya, Jennifer dan Dr.Lee secara illegal di masukkan ke kamp kerja paksa dimana mereka harus menanggung siksaan keras secara fisik dan mental.

Charles Lee, M.D., direktur dari Public Awareness, World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (oleh : minghui.org)

Meskipun demikian, mereka berdua lolos dari cengkeraman rezim komunis yang mematikan, dan berhasil sampai ke luar negri, dan saat ini bertempat tinggal di Amerika.

Film dokumenter ini, dengan bukti foto-foto kejahatan terhadap kemanusiaan, mengungkapkan wajah jahat partai komunis.