Ayah yang Menyamar Sebagai Pengemis Pulang ke Rumah Ini Diusir oleh Putra dan Menantu Laki-lakinya, Tapi oleh Putrinya Dia Diberi Sebuah Kantong Bolong, dan Dia pun Langsung Memutuskan Sesuatu Setelah Melihatnya Sekilas

596
Internet

Erabaru.net. Paman Liu sendirian membesarkan seorang anak laki-laki dan satu anak perempuannya.

Setelah lulus sekolah menengah pertama, putra paman Liu kemudian ikut mandor kontraktor desa belajar teknik sipil.

Setelah memiliki cukup uang membangun rumah dan menikah, hubungannya dengan sang ayah perlahan-lahan menjadi semakin jauh.

Sementara itu anak perempuan paman Liu yang tinggal di rumah kemudian juga menikah dengan pemuda sedesa.

Karena putra paman Liu tidak mau merawatnya, Paman Liu terpaksa tinggal bersama dengan sekeluarga putrinya. Namun lambat laun, keluarga putrinya selalu dirundung masalah.

Menantu paman Liu merasa terbebani dengan kehadiran paman Liu, ia selalu menyindir paman Liu kenapa tidak tinggal bersama putranya, malah lebih memilih tinggal di rumah menantu.

Internet

Paman Liu sendiri menyadari akan hal itu, kemudian agar tidak membuat putrinya serba salah, Paman Liu pun pergi dari desa setelah meninggalkan beberapa pesan pada tetangganya.

Paman Liu pergi ke suatu kota dan mencari nafkah menghidupi dirinya sendiri.

Awalnya, Paman Liu mengumpulkan barang-barang bekas untuk djual.

Beberapa tahun kemudian ia pun memiliki sejumlah uang berkat hidup hematnya, dan karena semasa mudanya paman Liu adalah seorang koki, jadi ia membuka sebuah kedai makanan sederhana.

Berkat keahliannya memasak, perlahan-lahan usaha kedainya pun mulai dikenal.

Kedai makanan paman Liu selalu ramai dikunjungi tamu, selain karena murah juga enak.

Internet

Suatu hari, saat paman Liu sedang sibuk, tiba-tiba matanya berkunang-kunang dan jatuh pingsan di kedainya. Saat bangun, paman Liu mendapati dirinya berada di rumah sakit.

Dokter mengatakan kepadanya bahwa banyak penyakit yang mendera paman Liu akibat kerja kerasnya dalam beberapa tahun terakhir ini.

Mulai sekarang dia harus banyak istirahat, kalau tidak akan membahayakan jiwanya.

Paman Liu sendiri tahu waktunya sudah tidak banyak, ia berencana pulang untuk melihat keadaan putra dan putrinya, sekalian mewariskan simpanannya kepada mereka.

Namun, sebelum sampai di rumah, Paman Liu tiba-tiba ingin melihat respon mereka, dia tidak mau memberikan uangnya itu dilahap serigala (anak yang tidak berbakti), kemudian paman Liu menyamar sebagai pengemis dan pulang ke rumah putra dan putrinya.

Paman Liu yang dekil dan lusuh lebih dulu ke rumah putranya, dan ketika putranya membuka pintu, ia sempat tertegun sejenak melihat paman Liu, kemudian memaki-maki dan langsung mengusir paman Liu yang dekil dan kotor.

Jelas putranya mengenal paman Liu, ayahnya ini saat tertegun tadi, hanya saja dia tidak mau mengakui paman Liu sebagai ayahnya.

Ia merasa paman Liu adalah pengemis dan kalau ia mengakuinya sebagai ayahnya, maka ia harus merawatnya, karena itu, dia langsung mengusirnya.

Setelah tahu dengan putra durhakanya, paman Liu kemudian ke rumah putrinya, dan putrinya paman Liu ini seketika mengenali Paman Liu, ayahnya. Lalu dengan gembira mengajak paman Liu pulang.

Namun, saat suami putrinya atau menantu laki-laki paman Liu pulang dan melihat seorang pengemis di rumah, dia pun langsung marah-marah, dan mengusirnya tanpa peduli sedikit pun paman Liu adalah ayah dari isterinya.

Paman Liu pun keluar dari rumah menantu laki-lakinya, disusul putrinya yang mengejar dari belakang dan memberikan sebuah kantong bolong pada paman Liu sambil mengatakan kalau sekarang dia tidak bisa berbuat banyak.

Dia juga mengatakan bahwa suaminya sekarang telah banyak berubah, selalu memukulnya kalau dia tidak mendengar perintahnya.

Paman Liu kemudian meninggalkan desa dan membuka kantong bolong dari putrinya.

Paman Liu melihat ada sedikit uang di dalamnya dan sepenggal tulisan yang ditulis dengan tergesa-gesa.

“Ayah, uang yang tidak seberapa itu ayah pakai dulu untuk sementara, nanti malam ayah kembali lagi. Aku buatkan sop ayam untuk ayah. Jangan khawatir dia tidak ada di rumah.” tulis putrinya.

Mata paman Liu berkaca-kaca dan seketika menangis membaca pesan putrinya.

Keesokan harinya, Paman Liu kembali lagi, namun, kali ini dia pulang dengan mobil mewahnya, segenap penduduk desa pun heboh melihat paman Liu.

Para penduduk juga tahu kalau paman Liu telah makmur dalam beberapa tahun terakhir ini di kota.

Sesampainya di rumah, menantunya pun tanpa mengenal rasa malu langsung menjilat-jilat dan sangat hormat pada paman Liu.

Namun, raut wajah paman Liu tampak kaku, dan tanpa banyak tanya lagi ia pun langsung mengusir menantu laki-lakinya itu pergi dari rumah.

Tak lama setelah menantu laki-lakinya diusir, putranya pun datang dan langsung memanggil paman Liu dengan sebutan ayah dengan lembut dan sopan, selama ini ayah kemana saja, aku benar-benar merindukan ayah.”katanya.
.
Namun, paman Liu langsung menimpalinya, “Siapa ayahmu? Kalau kaya adalah ayah ya? Kalau miskin adalah pengemis busuk, begitu?”

Putranya terdiam, dalam hati ia merasa sangat menyesal telah mengusir paman Liu yang menyamar sebagai pengemis waktu itu.

Belakangan paman Liu membawa putrinya ke kota, mengurus kedainya yang sudah terkenal, tak lama setelah itu, paman Liu akhirnya pergi dengan tenang setelah mewariskan seluruh hartanya untuk putrinya.

Dalam surat wasiatnya, paman Liu hanya menulis nama putrinya, karena bagi paman Liu, putranya itu sudah bukan anaknya lagi sejak ia tidak mengakuinya sebagai ayah. (jhn/rp)

goodtimes.my