Erabaru.net. Sebuah legenda mengatakan bahwa seorang pemberontak, Galileo Galilei, ingin membantah teori Aristoteles karena, yaah, orang Yunani itu benar-benar salah.

Masalahnya saat itu filsuf, pemikir dan ilmuwan Yunani Kuno menegaskan bahwa benda-benda yang lebih berat jatuh lebih cepat dibandingkan benda-benda yang lebih ringan… benar-benar teori yang naif!

(Foto : artofpetry / stevyncolgan)

Dan tidak ada yang mampu membuat Galileo lebih senang daripada menyanggah pendapat ‘para jenius’ besar dan semua jenis gagasan pemikiran yang tak masuk akal… Begitulah dia!

Itulah alasan ia membiarkan dua bola jatuh, yang satu lebih berat dari yang lainnya, dari puncak Menara Pisa, untuk menunjukkan bahwa semua benda melaju dengan kecepatan yang sama saat jatuh bebas dan akan turun dalam waktu yang bersamaan, terlepas dari berapa pun beratnya, asalkan udara tidak ikut campur dalam proses tersebut.

Galileo mendemonstrasikan fenomena ini namun tidak menjelaskan alasannya. Alasannya akan menjadi teori seorang pemuda Inggris yang menghabiskan waktu di suatu haru dengan bersantai di bawah naungan pohon apel, hingga sebuah apel jatuh tanpa sengaja di kepalanya.

(Foto : schrodingerplace / isaacnewtonassignmentufcc)

Pada masa itu sangat sulit untuk melakukan percobaan karena kurangnya teknologi, namun empat abad kemudian, segala sesuatu telah berubah.

Share

Video Popular