Erabaru.net. Salah satu ujian terberat yang harus kita hadapi dalam hidup ini adalah menjadi orang yang sabar – hanya fokus untuk melakukan semua hal yang harus dikerjakan dan lalu bertahan, menunggu dengan sabar.

Seringkali, kita harus berkorban sebagai ujian atas keyakinan dan kepercayaan terhadap ‘sisi pengetahuan yang melekat dengan baik’ dan pada para pendeta penuh kasih.

Pilihan kita bisa berubah menjadi kritis – tapi jika kita bisa mempertahkan percikan kebaikan dalam diri kita, hasilnya pasti akan membawa sesuatu yang positif.

Seorang petani muda dan pekerja keras yang tinggal di gunung yang jauh telah menikah, dan setelah menyadari bahwa ia tidak dapat menyediakan nafkah yang cukup untuk istri dan anggota keluarganya yang akan datang, ia pun memutuskan untuk pergi dan mencari pekerjaan yang lebih baik.

Petani itu mengatakan kepada istrinya, “Saya harus pergi dan mencari pekerjaan dengan gaji yang bagus untuk bisa memberimu yang layak kau dapatkan.

“Saya mungkin harus melakukan perjalanan jauh, dan pergi untuk sementara waktu. Tapi saya berjanji padamu; ‘Saya akan tetap setia selamanya, dan saya harap kau bisa menjanjikan hal yang sama kepada saya.’ ”

Istrinya berjanji tidak akan mencintai lelaki lain, dan mereka saling mengucapkan selamat tinggal dengan penuh air mata.

Setelah beberapa hari berjalan, ia menemui seorang petani yang sangat membutuhkan pertolongan, dan ia pun dipekerjakan saat itu juga.

Tapi pemuda itu menginginkan sebuah kesepakatan sebelum ia mulai bekerja. “Biarkan saya bekerja untuk Anda selama yang saya inginkan, tapi ketika saya ingin pulang, bebaskan saya dari semua tugas saya. Tolong simpan upah saya sampai saya siap untuk pergi. ”

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular