Erabaru.net. Ketika sebagian besar burung penyanyi membangun sarang kecil yang tersembunyi, yang dirancang untuk melindungi satu genggaman telur, Burung Philetairus socius di selatan Afrika membangun sarang komunal yang begitu besar sehingga bisa merobohkan pohon-pohon besar.

Setiap struktur sarang bisa mencapai berat lebih dari satu ton.

Lebarnya lebih dari 6 meter dan tinggi 3 meter, dengan lebih dari seratus ruang untuk bersarang yang terpisah.

Dari generasi ke generasi berturut-turut memperbaharui dan menggunakan kembali kompartemen ini, seringkali mencapai lebih dari satu abad!

Burung Philetairus socius ini memanfaatkan beberapa bahan membangun yang berbeda, dimulai dengan struktur dasar tenunan berupa ranting.

Burung Philetairus socius. (wikipedia.org)

Kemudian mereka melapisi bagian dalam dengan rumput dan bulu-bulu serta membangun pintu masuk pribadi sepanjang 25 cm dan 3 cm dengan berbentuk sedotan runcing menunjuk ke bawah untuk mencegah ular.

Sementara pasangan yang sedang mengeram akan memiliki ruang pribadi, hampir semua ruang menampung tiga atau empat burung sekaligus.

Manfaat dari cara hidup seperti ini jelas karena berada di padang pasir tempat suhu udara berubah-ubah secara dramatis.

Harald Süpfle/Wikimedia Commons

“Saya pikir suhu udara di malam hari adalah minus 1 atau 2 derajat celsius, dan suhu dengan tiga atau empat burung di dalamnya adalah sekitar 21 hingga 23 derajat celsius,” kata Gavin Leighton, seorang ahli biologi di University of Miami, mengatakan kepada Wired Magazine.

“Jadi, ada manfaat panas yang sangat besar untuk tinggal di sarang raksasa ini.”

Struktur masif juga melindungi burung tidak hanya dari suhu, tapi dari sinar matahari langsung, hujan, dan kekeringan.

Pada banyak hewan yang berbeda, ada permintaan air yang tinggi di musim panas untuk membantu pendinginan evaporatif.

Kebanyakan burung membutuhkan banyak air untuk menumpahkan panas tubuh berlebih dengan fluttering gular, sebuah proses yang mempercepat hilangnya air evaporatif.

Burung penenun ini, bagaimanapun, dapat bersembunyi di dalam sarang komunal mereka yang sejuk tempat mereka dapat menghemat air jika diperlukan untuk mengusir panas.

Rui Ornelas/Flickr

Manfaat lain tinggal di koloni besar ini adalah meningkatkan kesempatan individu untuk tidak tertangkap oleh predator.

Pintu masuk kamar terletak di bagian bawah struktur, melindungi penduduk dari elang dan predator lainnya. Spesies lain telah dikenal untuk memanfaatkan manfaat ini dengan diam-diam menduduki sarang tersebut.

Burung pemakan bangkai Afrika diketahui berdiam di atap, dan burung pipit berkepala merah akan mengumpulkan keluarganya di ruang kosong – seperti juga burung elang kerdil, burung pemangsa yang mampu membunuh si pemilik sarang.

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds