Erabaru.net. Seorang ayah datang ke Siprus setahun lalu dari Kota Idlib, Suriah yang ia katakan kalau rumahnya telah hancur oleh serangan udara yang menewaskan salah satu dari anak-anaknya.

Seorang imigran dengan penuh kasih sayang mencium putranya yang berusia empat tahun melalui pagar kawat setelah orang-orang yang dicintainya itu tiba di sebuah kamp pengungsi.

Ammar Hammasho, yang berasal dari Suriah, juga memegang tangan seorang putranya yang lain setelah keempat anaknya dan ibu mereka tiba di kamp di Kokkinotrimithia, Siprus.

 

Dia terpisah dari anak-anaknya saat ia melarikan diri dari negara yang dilanda perang tersebut

Ammar Hammasho dari Suriah mencium anak-anaknya yang tiba di kamp pengungsi di Siprus

Reaksi ayah yang menghangatkan hati untuk melihat anak-anaknya yang hidup dan baik-baik saja terekam oleh kamera

Hammasho datang dari Siprus setahun lalu dari Kota Idlib, Suriah yang ia katakan kalau rumahnya telah dihancurkan oleh serangan udara yang menewaskan salah satu dari anak-anaknya.

“Suriah kini semakin parah,” Hammasho mengatakan kepada The Associated Press. “Semua orang di kedua belah pihak menceritakan kebohongan mereka masing-masing.”

Sementara itu, polisi Siprus menahan seorang pria berusia 36 tahun karena diduga mengendarai satu dari dua kapal yang membawa 305 pengungsi Suriah ke pantai barat laut pulau Mediterania itu.

Seorang pria berusia 29 tahun lainnya juga ditahan karena dicurigai melakukan perdagangan manusia.

Share

Video Popular