Erabaru.net. Novi (22) bangun jam 7 pagi seperti biasa, dan siap berangkat kerja setelah mandi. Dalam keadaan samar-samar atau mungkin masih mengantuk dia masuk ke kamar mandi, tapi entah kenapa lama sekali dia berada di dalam kamar mandi.

Ibunya yang baru pulang membeli sarapan pagi melihat sepatu putrinya masih berada di rak, lalu dia membuka pintu kamar putrinya, tapi putrinya tidak ada di dalam.

Ibunya telah mencarinya ke setiap sudut kamar di rumah, tapi tidak juga nampak batang hidungnya, kemudian dia ke kamar mandi dan melihat Novi, putrinya yang masih mengenakan piyama itu tergeletak di atas lantai kamar mandi, saat itu putrinya sudah tidak bernapas, detak jantungnya juga telah berhenti.

Dokter mengatakan, bahwa kemungkinan besar Novi menahan air kencing terlalu lama dan ketika membuangnya secara tiba-tiba, saraf tubuh serta kandung kemihnya terangsang terlalu cepat sehingga memicu darah langsung mengalir ke bagian bawah tubuhnya.

Menyebabkan tekanan darahnya turun, detak jantungnya melemah, pasokan darah ke otak tidak cukup, kemudian terjadi Micturition syncope-suatu keadaan di mana seseorang hilang kesadaran sebelum, saat , atau setelah berkemih. Namun, setelah pingsan, Novi tidak segera dilarikan ke rumah sakit, sehingga nyawanya tidak terselamatkan.

Jika dihitung setiap hari sekitar 6-8 kali ke toilet, maka seseorang menghabiskan sekitar 2-3 tahun waktunya di toilet. Ditambah dengan waktu mandi, maka waktu yang dibutuhkan akan lebih lama lagi di kamar mandi, tapi tahukah Anda? Sebenanya angka kematian yang disebabkan oleh stroke di dalam kamar mandi itu cukup tinggi.

Toilet sudah menjadi tempat kematian mendadak

Sebenarnya toilet adalah tempat yang paling sering diterobos masuk oleh para petugas penyelamat gawat darurat karena terkadang ada orang yang terlalu menggunakan tenaganya ketika BAB sehingga menyebabkan orang tersebut mengalami gagal jantung dan akhirnya meninggal dunia di dalam toilet seperti yang dialami salah seorang seniman crosstalk terkenal asal Tiongkok.

Share

Video Popular