Erabaru.net. Sebuah perdebatan telah terjadi di Rusia mengenai singa-singa ‘kucing gemuk’ penghibur yang diberi makan ‘makanan cepat saji’ di tempat penangkaran mereka.

Gambar-gambar menunjukkan hewan-hewan dengan kelebihan berat badan saat mereka berdiri di kaki belakang mereka dalam aksi untuk memberi hormat pada penonton.

Gambar tentang ‘kucing gemuk’ di Vladivostok Circus ini menimbulkan keluhan bahwa salah satu pelatih hewan top Rusia telah melakukan kekerasan pada hewan-hewan buas itu.

Vitaly Smolyanets, 44 tahun, yang dipandang sebagai pawang singa yang terampil, dengan marah menolak perubahan tersebut, menyangkal bahwa hewan-hewannya gemuk dan bersikeras mereka ‘merasa sangat baik’.

Pawang hewan Vitaly Smolyanetsk tampil di pertunjukan pertama untuk 2.000 penonton di gedung baru yang dibuka oleh Circus Negara Vladivostok setelah dua tahun melakukan renovasi besar-besaran. (Foto: TASS / PA)

Salah satu orang menulis secara online: ‘Mereka membuat badut dari hewan liar’.

Yang lain meminta mereka untuk berhenti menyiksa hewan, menulis: “Mereka tidak suka melompat melalui api dan duduk dengan kaki belakang mereka” .

Salah satu komentar mengenai singa dan harimau yang dipelihara dalam rombongan besar kucing tur tersebut menyatakan: ‘Kapan kamp konsentrasi untuk hewan ini dilarang?’

Ada tuntutan agar jaksa penuntut umum Rusia memeriksa kondisi kucing-kucing besar itu, yang saat ini menjadi daya tarik bintang di pembukaan kembali sirkus di kota pelabuhan Pasifik setelah lebih dari satu tahun penutupan, demikian menurut Siberia Times.

Yang lain berkata: ‘Singa-singa betina itu jelas menderita obesitas. Mungkin lebih baik menunjukkannya ke dokter hewan, bukan pengunjung sirkus. ”

Ada tuntutan kepada jaksa umum Rusia untuk memeriksa kondisi kucing (Foto: TASS / PA)

Sergey Aramilev, direktur Amur Tiger Center, yang melindungi kucing-kucing besar yang berasal dari Siberia timur itu, mengatakan: “Hewan liar yang dipelihara ditimbang akan bertambah berat badan.

Share

Video Popular