Presiden Donald Trump (Photo by Olivier Douliery – Pool/Getty Images)

Pada awal Februari tahun ini, Yang Hianghong menegaskan bahwa pejabat AS telah berkali-kali dalam kesempatan berbeda mengatakan kepadanya bahwa Undang-undang tersebut akan diterapkan, dan bahwa anggota parlemen Amerika Serika mengatakan kepada kami bahwa Departemen Luar Negeri sudah menyusun daftar.

Dalam sebuah surat tertanggal 20 April, Presiden Trump menggarisbawahi dukungan pemerintahannya untuk undang-undang tersebut, dan menuliskan, “… Administrasi saya secara aktif mengidentifikasi orang-orang dan entitas yang menjadi dasar Undang-undang tersebut dan mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk menerapkannya. Selama beberapa minggu dan bulan mendatang, agensi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan bahwa kami memenuhi komitmen kami untuk menahan pelaku pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi yang bertanggung jawab.”

Yang Hianghong selanjutnya menyampaikan hal-hal yang disarankannya saat kunjungan Gedung Putih pada tanggal 19 Mei, tentang cara pejabat korup Tiongkok akan ditangani.

“Orang-orang inilah yang telah bertindak tidak rasional di sana, kemudian melakukan pencucian uang di Amerika Serikat , bahkan mengirim istri dan anak-anaknya ke Amerika. Tetapi jika Anda terus melakukannya dan mengabaikan hak asasi manusia, kami (pemerintah A.S.) sama sekali tidak akan menahan diri lagi untuk menyita semua aset Anda di Amerika Serikat, dan mendeportasi istri serta anak-anak Anda kembali ke Tiongkok.”

Dalam pengumuman baru-baru ini pada tanggal 21 Desember di situs Departemen Luar Negeri AS, 14 orang dikenai sanksi sesuai Undang-Undang Pertanggungjawaban Hukum Hak Asasi Manusia Magnitsky.

Salah satu dari mereka adalah mantan direktur Biro Keamanan Umum Beijing Chaoyang Branch, Gao Yan.


Ratusan praktisi Falun Gong mengadakan penyalaan lilin untuk memperingati korban penganiayaan di Tiongkok, di depan Konsulat Tiongkok di New York City pada tanggal 16 Juli 2017. (Benjamin Chasteen / The Epoch Times)

Selama masa jabatan Gao, aktivis hak asasi manusia Cao Shunli ditangkap sebelum menaiki pesawat ke Swiss, tempat dia dijadwalkan untuk mengikuti pelatihan hak asasi manusia pada tahun 2014.

“Cao mengalami koma dan meninggal karena kegagalan organ, tubuhnya menunjukkan tanda-tanda pelecehan dan pengabaian,” demikian siaran pers di situs Departemen Keuangan.

Meskipun statistik menjadi sangat sulit untuk dipastikan – penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, dan bahkan pengambilan organ tubuh tampak parah di wilayah ketika Gao mengawasi keamanan publik.


Para praktisi Falun Gong atau Falun Dafa melakukan demonstrasi damai untuk memrotes dugaan pemenjaraan / penyiksaan dan pengambilan organ sesama rekan praktisi mereka di Tiongkok daratan, pada tanggal 16 Juli 2016 di London, Inggris. (Kredit: Mike Kemp / In Pictures via Getty Images)

Selama masa tugas Gao, 107 kasus kematian praktisi Falun Gong, yang meninggal di penjara dan kamp kerja paksa kebanyakan di Distrik Chaoyang, didokumentasikan di situs Minghui.

Rumah Sakit Chaoyang Beijing juga terkenal terkait dengan pengambilan organ hidup-hidup, yakni memberikan jaminan waktu yang sangat singkat, hanya 1-2 minggu untuk mendapat donor hati yang cocok, dengan masing-masing organ hati dihargai 700.000 yuan (sekitar Rp. 1,5 milyar). Suatu informasi yang diungkapkan oleh ahli bedah transplantasi hati di rumah sakit He Qiang, yang tidak menyadari bahwa teleponnya direkam oleh penyidik.

Sementara sanksi AS yang baru-baru ini tidak mencantumkan kejahatan Gao, seperti hilangnya jutaan dana negara secara ilegal, atau melarikan diri dari negara tersebut dengan jutaan dolar misalnya, kemungkinan besar dia bertanggung jawab atas keseluruhan pelanggaran hak asasi manusia, di samping kejahatan yang serius yaitu korupsi. Sudah diketahui kalau Gao saat ini bersembunyi di Australia.

Amerika Serikat masih menambahkan daftar sanksi mereka, dan lebih banyak pembaruan akan diberikan.

Ratusan praktisi Falun Gong berbaris dalam sebuah parade di Washington D.C. pada tanggal 20 Juli 2017. (Benjamin Chasteen / The Epoch Times)

Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) adalah sistem meditasi perbaikan diri berdasarkan prinsip universal Sejati, Baik, Sabar. Sistem meditasi ini diperkenalkan ke publik oleh Li Hongzhi pada tahun 1992 di Tiongkok. Saat ini dipraktikkan oleh lebih dari 100 juta orang di 114 negara. Tapi sistem meditasi damai ini dianiaya secara brutal di Tiongkok sejak 1999. Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi: falundafa.org dan faluninfo.org.

Jika Anda menyukai artikel ini, silahkan bagikan. (iin/rp)

Share

Video Popular