Erabaru.net. Meskipun bom atom Amerika Serikat memainkan peran yang menghancurkan dalam perang dan mengakhiri Perang Dunia II, namun, pada awalnya Amerika Serikat tidak secara pasti untuk menggunakan bom atom menghadapi Jepang kala itu.

Ada sebab yang benar-benar mendorong Amerika Serikat memutuskan menggunakan bom atom tersebut, dan semua itu karena agresi Jepang yang sudah keterlaluan.

Pada musim semi tahun 1945, setelah pasukan Amerika menaklukkan Iwo Jima dan Philipina dari kekuasaan Jepang, pasukan Amerika memutuskan merebut seluruh pulau termasuk pulau Okinawa.

Tindakan ini untuk memotong jalur lalu lintas maritim di Nanyang yang dikuasai Jepang, sehingga lebih efektif melakukan serangan udara skala besar di wilayah Jepang, dan mendarat di Jepang untuk mendirikan pangkalan militer.

Untuk secepat mungkin merebut Okinawa, dan melakukan serangan ke gerbang wilayah Jepang, pasukan Amerika membentuk Angkatan Darat ke-10 yang dipimpin Letnan Jenderal Simon Bolivar Buckner Jr.

Kekuatan dan komposisi pasukan pendaratan Amerika terdiri dari Angkatan Darat yang berjumlah sekitar 180.000 prajurit. Angkatan Darat ke-10 termasuk Korps Amfibi Kelautan dan Korps Angkatan Darat Divisi ke-7.

Penaklukan Okinawa akan memberikan basis pertahanan besar bagi AS untuk menginvasi daratan utama Jepang.

Armada ke-5 yang terdiri dari 1500 berbagai jenis kapal perang AS di bawah Laksamana Raymond Spruance bertanggung jawab untuk menghadang kekuatan udara dan laut Jepang dari Formosa -Taiwan dan Kyushu untuk memberikan dukungan dan operasi pendaratan.

Share

Video Popular