Erabaru.net. Pada hari pertama sekolah, seorang guru kelas berdiri di depan kelas lima dan berbohong. Dia melihat murid-muridnya dan berkata: “Kalian semua adalah murid favorit saya dan saya akan memberi kalian semua cinta dan perhatian saya yang sama.” Tapi itu tidak mungkin dilakukan. Di barisan depan duduk seorang anak laki-laki kecil bernama Teddy.

Guru itu mengetahui bahwa Teddy tidak dapat bergaul dengan anak-anak lain sama sekali. Bajunya kusam dan berantakan. Dia tidak begitu dikenal di kalangan murid’ lainnya. Kebanyakan guru-guru lain tidak terlalu memperhatikan Teddy.

Beberapa minggu kemudian, guru kelas diminta meninjau kembali catatan masa lalu setiap anak. Dia meletakkan berkas Teddy di tumpukan paling bawah. Akhirnya, saatnya berkas Teddy ditinjau dan sang guru kelas terkejut membaca tulisan dalam berkas Teddy.

Guru kelas satu Teddy menulis: “Teddy adalah anak yang riang dan pandai. Dia mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan rapi dan sangat sopan. Dia membawa sukacita bagi semua orang di sekitarnya”.

Guru kelas dua Teddy menulis: “Teddy adalah seorang murid yang luar biasa dan dicintai oleh teman-teman sekelasnya. Tapi dia merasa tertekan karena penyakit ibunya berada pada tahap akhir dan keluarganya mengalami masa-masa sulit”.

Guru kelas tiga Teddy menulis: “Kematian ibu Teddy sangat berpengaruh padanya. Dia mencoba yang terbaik untuk menjadi ceria lagi tapi ayahnya tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat anaknya. Jika tidak ada tindakan perbaikan yang dilakukan, itu akan berdampak buruk pada Teddy”.

Guru kelas empat Teddy menulis: “Teddy adalah anak yang tidak berkepentingan. Dia tidak tertarik untuk belajar. Dia tidak punya teman dan terkadang tertidur di kelas”.

Sampai pada titik itu guru kelas tersebut menyadari apa masalah Teddy sebenarnya dan ia merasa malu dengan perlakuannya.

Share

Video Popular