Erabaru.net. Namanya Xiao Ying, tinggal di Zhi-yun County, Provinsi Guizhou, Tiongkok. Tiga tahun yang lalu, karena bisnisnya gagal dan gulung tikar, suaminya pun berkata kepadanya : “Tidak peduli bagaimana pun caramu mencari uang, yang penting bisa melunasi utang!”

Xiao Ying pun kecewa dengan ucapan suaminya seperti itu dan bercerai, dia pergi bersama putrinya yang baru berusia satu tahun ketika itu sambil memikul beban utang sebesar 200 juta rupiah.

Dipaksa oleh kondisinya itu, dia pun menjual ubi jalar secara online, tiga tahun kemudian dia berhasil melunasi utang, dan membeli sebuah rumah. Dia terkenal dengan julukan “Ratu ubi jalar” di Ziyun county.

Pada 2018 bulan kedua ini, ketika Xiao Ying berencana melebarkan bisnisnya, pasar ubi jalar di Kabupaten Ziyun berubah drastis. Ubi jalar sebanyak 20.000 kg yang dibelinya tampak sepi pembeli dan masih utuh di gudang.

Menjelang musim dingin, adalah waktu tersibuk untuk membeli ubi jalar. Pada saat ini, hampir setiap hari Xiao Ying mengendarai sepeda motornya ke desa untuk mengambil ubi jalar.

Untuk mencapai desa pemasok ubi jalar itu, Xiao harus menempuh perjalanan yang berjarak lebih dari 40 km dari Kota Zhiyun.

Supaya bisa lebih dulu mendapatkan ubi jalar itu, ibu dan anak perempuannya ini kerap berangkat jam lima pagi, mengendarai motor lebih dari satu jam ke desa pemasok ubi jalar.

Petani ubi jalar yang akan dikunjungi Xiao Ying itu bernama Ran Xiao Xiang. Xiao Xiang menanam ubi jalar dilahan seluas 30 hektar, hasil panen ubi jalarnya hampir mencapai 20.000 kg setiap tahun.

Adalah salah satu petani ubi jalar terbesar di Desa Bai Shiyan sekaligus pemasok terbesar Xiao Ying.

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds