Ada Insomnia Langka di Dunia yang Membuat Penderita “Tak Bisa Tidur Sampai Ajal Menjemput” Penyakit yang Mengerikan Ini Benar-benar Sangat Menyiksa Si Penderita!

78
insomnia

Erabaru.net. Jika Anda pernah mengalami insomnia, maka Anda akan tahu betapa menyiksanya hal semacam itu.

Jika berlangsung lama dan terus menerus, bukan hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga akan membuat mata panda Anda tidak bisa dihilangkan.

Tidak bisa tidur dalam satu atau dua hari mungkin masih bisa dikategorikan sebagai hal yang normal. Namun, bagaimana jika tidak bisa tidur selamanya?

Jadi, coba Anda bayangkan, jika ada penyakit langka yang membuat Anda tak bisa tidur selamamnya, menyiksa tubuh Anda tetap bekerja sampai mati!

Ini adalah Fatal Familial Insomnia (FFI), semacam penyakit yang sangat jarang, hanya sekitar 1 orang dari 10 juta orang yang terserang penyakit ini.

Dan yang lebih mengerikan adalah: Tidak ada obatnya.

FFI merupakan satu dari gangguan pada manusia yang disebut prion desease. Penyakit prion terjadi akibat perubahan atau mutasi gen PRNP yang diturunkan dari orangtua, dan biasanya ditemukan berkumpul pada thalamus otak dan merusak sel-sel di sana.

Kondisi ini hanya dialami sekitar 100 orang dari 40 keluarga di seluruh dunia.

Kondisi dimulai dengan gejala insomnia, terkadang dengan serangan panik, delusi dan fobia.

Empat bulan kemudian, akan mulai berhalusinasi. Penderita terkadang bermimpi, tapi itu bukan mimpi dalam keadaan tertidur. Ada tukang cukur yang sering menyisir rambut untuk orang yang tidak ada dalam mimpi.

Lima bulan kemudian, pasien tidak akan pernah bisa tidur dan berat badan menurun dengan cepat.

Enam bulan kemudian, pasien menjadi demensia, tidak bisa merespon orang lain, sampai kemudian tewas karena kelelahan, hal ini terjadi setelah 18 bulan terserang penyakit tersebut lalu tewas.

FFI untuk sementara tidak dapat diobati, namun pasien menyumbangkan kepalanya ke komunitas riset setelah kejadian, dan sampai kini para periset masih secara aktif berusaha menemukan solusinya.

Untuk sementara ini, pasien membutuhkan terapi hipnosis tidur atau terapi electroshock untuk tidur.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.