Erabaru.net. Dalam satu dekade terakhir, berita tragis tentang organ yang dipanen dari “donor” yang masih dalam keadaan hidup telah mengejutkan jutaan orang di seluruh dunia.

Diperkirakan bahwa Tiongkok telah menghasilkan miliaran dolar dengan mengambil jantung, hati dan ginjal dari orang-orang yang fisiknya sehat, terutama dari mereka yang mempraktikkan sistem meditasi kuno yang disebut Falun Gong.

Bukti-bukti yang terungkap menunjukkan bahwa karena kejahatan mengerikan ini, tak terhitung jumlah orang-orang tak bersalah yang dibunuh demi organ tubuh mereka.

Ratusan praktisi Falun Gong mengadakan nyala lilin untuk memperingati korban penganiayaan di Tiongkok, di depan Konsulat Tiongkok, di kota New York pada tanggal 16 Juli 2017. (Benjamin Chasteen / The Epoch Times)

Falun Gong (juga dikenal sebagai Falun Dafa) adalah sebuah latihan spiritual yang didasarkan pada prinsip universal Sejati, Baik, dan Sabar, serta memiliki lima perangkat latihan yang lembut, termasuk meditasi duduk.

Latihan ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1992 dan menjadi sangat populer dalam kurun waktu singkat, di Tiongkok saja diperkirakan ada 70-100 juta orang yang mempraktekkan latihan meditasi ini, di tahun 1999.

Pertumbuhan gerakan spiritual yang damai ini mengkhawatirkan Partai Komunis Tiongkok (PKT), dan karena takut mendapat supremasi ideologis atas ideologi yang dianut oleh komunisme, yaitu ateisme, rezim komunis mulai meluncurkan kampanye ilegal terhadap Falun Gong pada tahun 1999, dan memulai sebuah penindasan kejam.

(Kredit: Samira Bouaou | The Epoch Times)

Sejak 18 tahun terakhir, praktisi Falun Gong di seluruh Tiongkok telah dipaksa untuk melepaskan keyakinan spiritual mereka yang berakar pada nilai-nilai moral yakni Sejati, Baik, dan Sabar, dan jika mereka menolak, mereka akan dibuat “menghilang.”

Pada tahun 2006, beberapa laporan mengejutkan muncul ke permukaan, yakni laporan-laporan yang dengan jelas menunjukkan bahwa praktisi Falun Gong yang “hilang” sebenarnya dibunuh oleh PKT untuk kemudian diambil organ-organ vitalnya, dan keuntungan yang dihasilkan dari perdagangan organ tidak etis ini diperkirakan mencapai miliaran dolar.

Koalisi untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong (CIPFG) didirikan pada tahun 2006, koalisi ini kemudian menyelidiki pemenjaraan, penyiksaan, pembunuhan, dan pengambilan organ, yang dilakukan kepada para praktisi Falun Gong di Tiongkok.

David Kilgour, mantan Sekretaris Negara Kanada, dan David Matas, seorang pengacara hak asasi manusia internasional yang terkenal, diminta untuk menyelidiki dugaan pengambilan organ yang lebih luas – dua David ini setuju untuk menggali lebih dalam agar bisa mengekspos genosida yang menghebohkan sekaligus mengerikan ini.

Mantan anggota parlemen Kanada David Kilgour (Kiri) dan pengacara hak asasi manusia internasional David Matas bersaksi perihal penyelidikan tujuh tahun yang mereka lakukan mengenai pengambilan organ ilegal di Tiongkok, di sub komite hak asasi manusia pada 5 Februari 2013. (Matthew Little / The Epoch Times)

Pada tanggal 20 Juli 2006, Matas dan Kilgour mempresentasikan temuan penyelidikan mereka dalam sebuah laporan berjudul, “Report into Allegations of Organ Harvesting of Falun Gong Practitioners in China (Laporan terhadap Tuduhan Pengambilan Organ Para Praktisi Falun Gong di Tiongkok).”

“Berdasarkan hal-hal yang sekarang kita ketahui, kita sampai pada kesimpulan yang sangat disesali, yaitu bahwa dugaan itu benar adanya. Kami meyakini bahwa kegiatan tersebut telah ada dan masih terus berlanjut sampai hari ini, menjadi pengambilan paksa organ berskala besar terhadap para praktisi Falun Gong yang menolak untuk melepas keyakinan mereka,” kata mereka dalam laporan tersebut.

GAMBAR David Matas (Kredit: Facebook | Para Dokter Melawan Pengambilan Paksa Organ Tubuh )

“Kami telah menyimpulkan bahwa pemerintah Tiongkok dan agen-agennya di berbagai bagian di negara itu, di beberapa rumah sakit tertentu dan juga pusat-pusat penahanan, dan juga ‘pengadilan rakyat’, selama bertahun-tahun telah membunuh sejumlah besar para tahanan politik, serta para praktisi Falun Gong, namun tidak diketahui jumlah tepatnya. Organ-organ vital mereka, antara lain ginjal, hati, kornea mata dan jantung, telah diambil secara paksa untuk dijual dengan harga tinggi, kadang-kadang ke orang asing, yang biasanya menghadapi penantian panjang untuk donor sukarela dari organ-organ tubuh seperti itu di negara asal mereka.”

Share

Video Popular